SuaraJawaTengah.id - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengusulkan menghapus penerimaan mahasiswa universitas negeri (PTN) melalui jalur mandiri.
Usulan itu merupakan imbas dari kasus dugaan suap oleh Rektor Universitas Lampung. MAKI menilai, seleksi masuk PTN melalui jalur mandiri rawan suap. Jalur mandiri membuka peluang praktik curang penerimaan mahasiswa.
Menurut Rektor Universitas Tidar (Untidar), Mukh Arifin, usulan menghapus seleksi penerimaan mahasasiwa melalui jalur mandiri, tidak bisa begitu saja diterapkan.
Kasus suap yang diduga melibatkan Rektor Universitas Lampung, tidak serta merta mengeneralisir bahwa semua seleksi mandiri di PTN berbau korupsi.
“Mengapa pemerintah memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi negeri untuk menyeleksi mahasiswa melalui jalur mandiri. Itu harus dikaji dulu. Apa sebenarnya tujuannya itu,” kata Mukh Arifin, Rabu (24/8/2022).
Ada lebih dari 130 perguruan tinggi negeri di Indonesia yang selama ini membuka seleksi penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri.
“Perguruan tinggi negeri itu jumlahnya 130an. Jadi 1 dibanding 130 (perbandingan kasus suap). Kalau yang 1 nyeleweng, terus yang 130 masak yo kesimpulannya harus penghapusan," tegasnya.
Terlebih kata Mukh Arifin, selama kurang lebih 15 tahun pelaksanaan seleksi mahasiswa melalui jalur mandiri, tidak ditemukan masalah. “Selama ini seleksi jalur mandiri itu kan sudah berjalan 15 tahun kira-kira. Nggak ada masalah,” jelasnya
Sistem Terbuka Jalur Mandiri Untidar
Baca Juga: OTT Rektor Unila, Forum Rektor Minta Jangan Generalisasi PMB Jalur Mandiri di PTN Sarat Korupsi
Universitas Tidar sendiri menerapkan aturan ketat penerimaan mahasiswa jalur mandiri untuk mencegah praktik suap. Penentuan penerimaan mahasiswa diputuskan sekara kolektif melalui forum rektorat dan dekan.
Rapat penentuan penerimaan mahasiswa dilakukan terbuka oleh tim yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, dan para dekan.
Rektor tidak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa mahasiswa yang diterima. Forum dekan yang memutuskan mahasiswa yang berhak kuliah di Untidar melalui jalur mandiri.
“Rektor tidak punya kewenangan menentukan. Ada tim yang membahas hasil tes, kemudian timnya juga rapat terbuka. Yang menentukan dekan, kemudian nanti rektor menyetujui. Semua dekan ikut membahas itu," ujar dia.
Untuk menjamin seleksi penerimaan mahasiswa dilakukan secara adil dan netral, form kesanggupan membayar sumbangan pengembangan institusi (SPI) diisi saat mahasiswa mendaftar seleksi.
Form kesanggupan membayar SPI tidak menjadi bahan penentuan penerimaan mahasiswa. “Kesanggupan dari calon mahasiswa tidak dibawa pada rapat penentuan (penerimaan calon mahasiswa). Rapat penentuan dasarnya hasil tes," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR
-
BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian