SuaraJawaTengah.id - Pengacara Farhat Abbas memberikan pendapat berbeda mengenai perkara pembunuhan Brigadir J oleh Mantan Kadiv propam Polri Ferdy Sambo.
Dalam video tiktok yang diunggah oleh akun @kandisri8, Farhat mengatakan dari beberapa tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo seharusnya mendapat hukuman yang paling ringan.
Menurutnya Ferdy Sambo membunuh Brigadir J merupakan tindakan spontanitas membela istrinya Putri Candrawathi yang diduga diganggu oleh Brigadir J.
"Kan jendral loh, jendral punya istri. Tukang becak aja istrinya diganggu ngamuk kok, apalagi namanya jendral. Kan kira-kira seperti itu," kata Farhat dikutip pada Rabu, (14/9/2022).
Disamping itu Farhat juga mengatakan bahwa harusnya Bharada E mendapat hukuman yang paling berat diantara para tersangka.
"Bharada E lebih berat dari Sambo," ucapnya.
Alasannya, menurut Farhat Bharada E ini tidak loyal. Selain itu ia menyebut Bharada E hanya memanfaatkan momen menceritakan kronologi kejadian yang berbeda dari pengakuan Ferdy Sambo agar lolos dari hukuman berat.
"Sehingga membuat dia Justice Collabolator. Padahal nggak ada pengaruhnya gitu," ungkapnya.
Sontak video itu pun mendapat beragam tanggapan dari warganet.
Baca Juga: Bripka RR Putuskan Tolak Skenario Ferdy Sambo
Mereka menyindir Farhat Abbas telah mendapat atau ingin kebagian amplop dari Ferdy Sambo.
"Dapat amplop coklat udah berapa kali bang," ujar akun @*******ra.
"Amplop mana amplop," kata akun @******ak.
"Farhat tau ada Cuan," ucap akun @*****an.
"Kertas merah dapat berapa pak?," tutur akun @******17.
Kontributor : Sakti Chiyarul Umam
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Rob Kembali Mengintai Pantura Jateng, BMKG Minta Warga Pesisir Pekalongan Siaga Hadapi Pasang Laut
-
Ahmad Luthfi Gandeng Ribuan Mahasiswa untuk Perkuat Program Kecamatan Berdaya
-
Chandra Asri Group Jaring Talenta Muda Indonesia Lewat Chandra Asri ASPIRE GDP 2026
-
Wakil Ketua DPRD Jateng: BUMD Pangan Harus Putus Mata Rantai Keuntungan Tengkulak
-
Modal Jalan Kaki dan Incar Rumah Sepi, Pencuri Spesialis Sepeda di Sleman Diringkus Polisi