Sekretaris Desa Cikakak, Samingan menyebut uang yang ditarik dari warga penerima BLT itu bukan pemotongan, melainkan iuran.
"Mumpung ada momen pencairan BLT, jadi sekalian kita minta iuran untuk kegiatan sedekah bumi dan perayaan HUT RI tahun depan. Dalam waktu dekat panitianya akan dibentuk," katanya.
Samingan mengatakan, inisiatif penarikan iuran dari warga penerima BLT berasal dari para ketua RT. Pihak desa menurut dia tidak mengeluarkan instruksi.
"Ide itu dari para ketua RT. Desa sama sekali tidak tahu dan tidak ada instruksi. Lagi pula,tidak semua penerima BLT ditariki iuran. Hanya yang bersedia saja dan tidak ada paksaan. Warga yang tidak dapat BLT karena tergolong mampu juga akan ditariki iuran yang sama," ujarnya.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah
-
Pesan Tegas Sudaryono ke Kader Gerindra Semarang: Jangan Cuma Duduk di Kantor, Turun ke Rakyat!
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP
-
Gubernur Luthfi Minta Mahasiswa Jangan Cuma Demo: Kritik Harus Berbasis Data!