"Ketika kita memanfaatkan seluruh sumber daya alam yang kita miliki, mengambil nilai ekonomi dari sumber daya tersebut khususnya untuk kebutuhan pangan, kita tidak boleh melupakan kelestarian lingkungan hidup," tegasnya.
Menurut dia, beberapa praktik produksi pangan di sejumlah wilayah Indonesia ada yang mulai tidak lagi memerhatikan kelestarian lingkungan hidup seperti teknik budi daya tanaman sayuran di dataran tinggi yang belum atau bahkan tidak mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya yang dimiliki.
Teknik-teknik budi daya yang tidak konservatif itu perlu mendapat perhatian karena telah mengakibatkan terjadinya erosi, pendangkalan di waduk atau bendungan, dan tanah timbul di wilayah-wilayah selatan Jawa Tengah.
"Sebaliknya kawan-kawan yang concern dengan konservasi lingkungan hidup juga harus sadar bahwa lingkungan hidup itu memang juga disiapkan untuk produksi pangan dan nilai ekonomi," ujarnya.
Ia mengaku kurang sepakat kalau karena konservasi lingkungan hidup itu kemudian mengalahkan atau menghilangkan arti sumber daya sebagai aset untuk produksi pangan.
Artinya, kata dia, harus ada keseimbangan antara dua sisi yang berseberangan, yakni antara produksi pangan dan keberlanjutan tersebut tidak lain juga demi anak cucu pada masa-masa yang akan datang.
Selain teknik budi daya,penggunaan bahan-bahan kimia seperti pestisida dan pupuk yang harus lebih dikendalikan agar tidak semakin merusak lingkungan.
"Bisa jadi negara yang subur makmur dan memiliki keanekaragaman hayati yang tumbuh saat ini, maka 50 tahun yang akan datang kalau tidak ada konservasi akan terjadi kebalikannya, menjadi malapetaka bagi anak cucu kita," kata Prof Totok.
Baca Juga: Pupuk Subsidi Sulit Diakses Masyarakat, Mentan SYL: Tidak Dikurangi tapi Dipertajam Sesuai Prioritas
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis
-
Dulu Kerap Ditolak dan Dibully, Pekerja Difabel Ini Temukan Rumah Baru di Pabrik Rokok Magelang
-
Mengenal Varian Cicada, Ahli Sebut Anak-Anak Lebih Rentan Tertular Dibanding Dewasa
-
Cuaca Semarang Jumat Ini 'Adem Ayem', BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Lain