SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia Fahri Hamzah menyebut deklarasi calon presiden yang terlalu dini "mengakibatkan terjadi pembelahan diawal."
Partai yang sudah mendeklarasikan calon presiden yaitu Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto, PKB mengusung Muhaimin Iskandar, kemudian Partai Nasional Demokrat mengusung Anies Baswedan, disusul Partai Solidaritas Indonesia yang mencalonkan Ganjar Pranowo.
Beberapa partai tingkat wilayah seperti Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan serta Sulawesi Selatan juga telah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.
Fahri Hamzah mengatakan deklarasi sudah dilakukan, padahal pendaftaran calon presiden dan wakil presiden masih tahun 2023 yaitu pada 19 Oktober hingga 25 November.
"Saat ini akibat adanya deklarasi-deklarasi pencapresan, mengakibatkan terjadi pembelahan diawal. Politik identitas dan polarisasi di masyarakat mulai marak lagi," kata Fahri Hamzah, baru-baru ini.
Fahri Hamzah mengatakan seharusnya yang dibahas lebih dulu adalah masalah dan ancaman terhadap bangsa.
Sesudah isu itu dibahas secara matang, menurut Fahri Hamzah, baru memunculkan calon.
"Namun, yang terjadi saat ini adalah calon presiden duluan yang bermunculan," katanya.
Dengan memunculkan calon terlalu dini, menurut Fahri, yang kasihan justru masyarakat yang disebut Fahri terbelah.
Fahri Hamzah mengibaratkan seperti sudah pilpres, tapi terlalu dini dan belum waktunya sehingga yang muncul adalah pertarungan kosong atau pepesan kosong.
"Para pimpinan negara mungkin sebelum tidur lagi coba sedikit memikirkan akibat pilpres yang terlalu dini tanpa kejelasan ini. Setahun pertarungan kosong yang melelahkan. Pileg juga jadi kosong tidak relevan. Kasihan rakyat terbelah sebelum waktunya dalam bahaya," kata Fahri Hamzah. [rangkuman laporan Suara.com]
Berita Terkait
-
Kiamat Rumah Tapak? Orang Indonesia di Masa Depan Harus Hidup Vertikal
-
Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi
-
Fahri Hamzah Merespons Pernyataan Saiful Mujani Soal 'Jatuhkan Prabowo'
-
Isu Jatuhkan Prabowo Mencuat, Fahri Hamzah Minta Jangan Kasih Ruang: Dunia Lagi Kacau
-
Deklarasi Jadi Partai, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026