SuaraJawaTengah.id - Bakal calon presiden dari Partai Nasional Demokrat Anies Baswedan mengajak masyarakat yang memiliki integritas, memiliki kompetensi, dan memiliki rekam jejak yang baik untuk masuk ke dunia politik.
Menurut Anies Baswedan, Soekarno, Hatta, Sjahrir, Wahid Hasyim, dan tokoh nasional lainnya sesungguhnya mereka adalah politikus karena mereka bekerja di wilayah politik, mereka masuk ke wilayah pengambilan keputusan.
"Oleh karena itu, mengapa hari ini kita perlu memanggil orang-orang konsisten, orang-orang berkompeten orang dengan integritas untuk masuk ke dunia politik. Bukan justru menjauhi wilayah politik," kata Anies saat memberikan sambutan pada peluncuran program Nasdem Memanggil di Nasdem Tower, Jakarta, Senin malam.
Anies menyebut citra politik di mata publik selama ini kerap dipandang kotor. Padahal, bersih atau kotor adalah pilihan.
Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak, terutama anak-anak muda, untuk mengubah pola pikir yang menilai bahwa politik pasti kotor.
"Bersih dan kotor bukan salah sektor, bersih dan kotor adalah soal cara bagaimana kita menjalankan apa yang dibebankan kepada kita. Di sektor mana pun bisa bersih, di sektor mana pun bisa kotor, itu adalah pilihan," kata Anies.
Oleh karena itu, dia memandang perlu mengubah pikiran atau mindset bila ingin Indonesia menjadi lebih baik.
"Jika kita ingin keputusan lebih baik, orang baik harus mau masuk ke politik. Bila orang baik masuk politik dipermasalahkan, dan orang masalah masuk politik tidak dipermasalahkan, bangsa ini sedang mengalami masalah," kata Anies.
Ditegaskan pula oleh mantan gubernur Jakarta bahwa orang yang tidak bermasalah masuk politik harus didukung, bukan justru dipermasalahkan.
"Kita sering kali komen buat apa Anda masuk politik, 'kan sudah ada karyanya. Justru saat ini kita sedang membutuhkan lebih banyak lagi jejak karyanya, idealisme, track record untuk masuk wilayah pengambil keputusan sehingga keputusan yang dikeluarkan untuk republik ini keputusan yang berkualitas," ucapnya.
Anies melihat bagaimana Partai Nasdem mengundang pribadi untuk ikut berkontribusi dalam pengambilan keputusan, baik di kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional.
"Ketika saya mendapat undangan pada bulan Juni lalu menjadi calon yang dipertimbangkan, saya sampaikan itu merupakan sebuah kehormatan dan saya apresiasi. NasDem memberikan contoh kepada semua bahwa NasDem memikirkan kader bangsa," tutur Anies.
Oleh karena itu, ketika Partai Nasdem mengundang orang-orang yang berkompeten dan memiliki integritas, menurut dia, sudah saatnya terlibat politik.
Menurut dia, panggilan untuk terlibat politik adalah panggilan untuk menjalankan tugas-tugas di jalur yang penuh tantangan.
"Di politik penuh dengan dengan tantangan, begitu pula sektor lainnya. Akan tetapi, justru saatnya kita mengembalikan muruah berada di wilayah pengambilan keputusan adalah jalan yang bisa dilakukan dengan cara terhormat," katanya.
Ia melanjutkan, "maka, perlu dijaga dengan terhormat. Panggilan ikut dalam sebuah proses politik adalah panggilan untuk mengurus negara dan bila itu dijalankan dengan cara terhormat. Maka, kita akan mendapatkan kehormatan. Bila itu tuntas dikerjakan, keluar dengan dihormati. Itulah proses politik."
Berita Terkait
-
Dari MPP hingga Zona Integritas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik
-
Pramono Ajak Anies Nonton Persija Bareng di JIS: Legacy-nya Sekarang Bisa Dinikmati
-
Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dihapus: Benarkah Sepi, Bikin Macet, dan Tak Dibutuhkan?
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama