SuaraJawaTengah.id - Identitas mayat laki-laki bertato di tangan kanan yang ditemukan di lokasi proyek pabrik garam di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, belum terungkap.
Hingga saat ini, pengungkapan kasus tersebut masih menimbulkan tanda tanya.
"Hingga kini, belum ada yang mengakui bahwa laki-laki tanpa identitas tersebut keluarganya," kata Wakapolsek Batangan Iptu Musonef dilansir dari ANTARA, Selasa (1/11/2022).
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Batangan, kata dia, laki-laki tersebut diperkirakan meninggal antara 2 dan 3 bulan lalu.
Pasalnya, lanjut dia, jasadnya sudah kering dan kulit jari-jari sudah terkelupas. Saat ini jenazah berada di RSUD R.A.A. Soewondo Pati.
"Jika dalam waktu 3 hari tidak ada yang mengakui atau mengambil, pihak rumah sakit akan memakamkan jenazah tersebut," ujarnya.
Mayat laki-laki tersebut ditemukan warga pada tanggal 31 Oktober 2022 sekitar pukul 10.30 WIB di kompleks proyek pabrik garam PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) di Desa Raci.
Berdasarkan keterangan perangkat desa maupun warga sekitar, tidak ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
Tim Inafis (Automatic Finger Print Identification System) Polresta Pati juga sudah melakukan pemeriksaan. Namun, mayat tidak bisa diidentifikasi karena jari sudah busuk.
Baca Juga: Terungkap Penyebab Bocah SMP di Jember Tewas Terseret Arus Sungai
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
KPK Bongkar Modus Jual-Beli Kursi Unsoed: Rektor Beri Akses User ID untuk Loloskan Camaba
-
Orang Mulai Curhat ke Chatbot, Psikolog UGM: Profesi Kami Bisa Tergeser AI
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Luthfi Tantang Kepala Daerah Jaga APBD: Tak Boleh Ada Satu Rupiah Pun Salah Sasaran
-
Unsoed Buka Suara Usai Rektor Kena OTT KPK: Warek I dan Warek 4 Pegang Kendali Pimpinan