SuaraJawaTengah.id - Nama mantan Bupati Purbalingga masa periode 2016-2018 yang sempat terjerat kasus korupsi, Tasdi memberikan komentar setelah disinggung oleh Megawati Soekarnoputri saat perayaan HUT ke-50 PDI Perjuangan.
Megawati dalam pidatonya menyinggung Tasdi selaku mantan sopir truk yang mampu menjadi bupati karena ia dicintai rakyat. Tasdi merupakan kader PDIP yang berhasil menjadi Bupati Purbalingga.
Dalam video yang tersebar, Megawati nampak menitikkan air mata saat menceritakan kisah inspiratif kadernya ini. Di balik tetesan air mata Megawati, ternyata ada sejarah panjang ikatan emosional dengan Tasdi.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon Tasdi bercerita panjang kedekatannya dengan orang nomor satu di PDI Perjuangan ini.
"Pertama saya bersyukur, karena ternyata Gusti Alloh melalui Bu Mega masih menyayangi saya. Orang sehebat Bu Mega masih mengenal saya," katanya kepada Suara.com, Kamis (12/1/2023).
Begitu melihat tayangan video Bu Mega menyebut namanya, Tasdi mengaku terharu. Ia bahkan tak kuasa menitikkan air mata.
"Saya dan keluarga menangis dan terharu. Karena kami wong cilik masih diingat Bu Mega, putri dari Proklamator Bung Karno," terangnya.
Kedekatannya dengan Megawati berawal sejak tahun 1987. Dirinya mengalami masa pasang surut partai berlambang banteng ini. Ia dengan Bu Mega pernah mengalami masa susah di zaman orde baru. Bedanya Megawati kelas nasional dan dirinya kelas desa.
"Saya merasa beruntung masuk PDIP karena atas bimbingan beliau. Saya bisa ikut berjuang untuk membantu masyarakat. Apalagi sejak saya masuk PDIP tahun 1987, saya tahu sengsaranya. Sama dengan Bu Mega juga begitu zaman Orde Baru, kalau sekarang sih sudah enak," jelasnya.
Baca Juga: Megawati Banggakan Tasdi di Pidato, Warganet: Maksudnya Bupati Purbalingga yang Ditangkap KPK?
Tak henti-hentinya ketika wawancara, ia berulang kali mengucap syukur dan terima kasih kepada Megawati karena masih mendapat perhatian khusus dari mantan presiden ke-5 RI.
"Kami wong cilik bersyukur dan sangat berterima kasih telah diberi kesempatan untuk bergabung dan mengabdi di PDI Perjuangan," tuturnya.
Mantan orang nomor 1 di Kabupaten Purbalingga ini mengucap permohonan maaf kepada Megawati atas kesalahan di masa lalu yang pernah diperbuat.
"Saya mohon maaf banyak salah dan khilaf belum bisa membahagiakan bu ketum. Saya siap mati bela Mega. Karena sejak 1987 bergabung dengan PDI, susah senang bersama rakyat dan bersama Mega," tutupnya.
Kontributor : Anang Firmansyah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR
-
BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran