SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka enggan menanggapi akun media sosial penghina istrinya Selvi Ananda ke pihak kepolisian.
"Aku santai, ra melu-melu (ngak ikut-ikutan, red)," katanya di Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Terkait dengan langkah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surakarta yang melaporkan pemilik akun Twitter Klasik Pianda (@p40812) ke Polresta Surakarta, ia menyerahkan kepada pihak kepolisian.
"Ya sudah, kita serahkan ke pihak yang berwajib saja. Silakan saja," ucapnya.
Terkait dengan dorongan warganet yang meminta Gibran untuk menyikapi akun tersebut, ia mengatakan sudah ada yang mengurus. Meski demikian, ia enggan memberikan penjelasan lebih detail.
Ia juga mengaku tidak kaget dengan serangan-serangan tersebut, mengingat saat ini sudah mendekati pemilihan umum.
"Dari dulu sudah banyak, kan mendekati pilpres. Sudah biasa seperti itu, yang di sini sudah pernah kena semua. Tapi saya santai, tidak pernah melaporkan. Wis ono sing ngurus (sudah ada yang mengurus)," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua DPD PSI Solo Antonius Yogo Prabowo mengatakan PSI Surakarta sepakat melaporkan salah satu akun twitter yang dinilai menuliskan hal yang tidak pantas dan brutal.
"Tidak bisa dijadikan contoh. Kami hanya ingin memberikan pendidikan ke semua orang agar bijak dalam menulis di media sosial," ujarnya.
Diberitakan di Suara Joglo, seorang netizen memberikan komentar ke Gibran saat memberikan cuitan soal tersangka penganiayaan Mario Dandy. Netizen itu pun memberikan komentar yang tidak pantas dan menyinggung istri Gibran Selvi Ananda.
"@gibran_tweet cil istri lo boleh juga lah ya jadi budak sex," tulis netizen Twitter dengan akun @p40812 dikutip pada Minggu (28/5/2023).
Gibran pun langsung memberikan komentar menohok kepada akun media sosial tersebut.
"Kurangin dikit lah yg kayak gini. Ntar diciduk nangis," tulis Gibran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gita Wirjawan di UHN Tegal: Kepemimpinan Mendatang Harus Ditata Ulang, Jangan Mabuk Elektabilitas
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah