SuaraJawaTengah.id - Tarsono seorang tuna netra di Kota Semarang masih tak percaya dirinya bisa melewati segala kesusahan dalam hidupnya. Tarsono yang sehari-hari menjual bensin eceran dan makanan ringan pernah berada dititik terendah dan terpaksa menjadi pengemis.
Di sebuah lapak bensin eceran di Jalan Siliwangi, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Tarsono menceritakan perjalanan hidupnya yang terbilang sangat berat.
Lelaki kelahiran Banjarnegara pertama kali merantau ke Kota Semarang tahun 1999. Saat itu dia berprofesi sebagai tukang pijat.
Lambat laun, seiring dirinya punya anak dan kebutuhan keluarga semakin besar. Profesi sebagai tukang pijat tak bisa diandalkan. Tarsono dan istri sering meminjam uang pada tetangga guna membayar kontrakan dan kebutuhan sehari-hari.
"Hutang-hutang itu terus menumpuk sampai Rp10 juta. Saya pinjam uang buat bayar kontrakan, makan, dan biaya sekolah anak," tutur Tarsono saat ditemui SuaraJawaTengah.id, Jumat (21/7).
Berada di kondisi sulit tersebut membuat Tarsono tidak bisa berpikir panjang. Dengan berat hati, dia memutuskan menjadi pengemis.
"Saya terpaksa jadi pengemis selama dua tahunan. Jalan itu saya pilih buat bayar hutang dan mengumpulkan modal buat jualan," paparnya.
Pada tahun 2017, Tarsono akhirnya terbebas dari hutang. Dia dan istri pun memulai hidup baru dengan berjualan makanan ringan keliling.
Naas, setahun berikutnya tepat tanggal 5 Mei 2018. Keluarganya kembali diterpa musibah. Uang dan perhiasaan yang dimiliki Tarsono dirampok orang.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Kereta Api Tabrak Truk Trailer di Kota Semarang, Kebakaran Hebat Terjadi
"Waktu itu ada orang yang mau ngasih bantuan. Terus istri dan anak saya dibawa. Taunya istri dan anak saya malah dibuang di Jalan Wologito Semarang Barat," imbuhnya.
"Orang itu kemudian balik untuk minta kartu KIS saya. Mereka mintanya terkesan maksa dan ambil dompet saya begitu aja.
Terus saya nggak sadar kalau seluruh uang dan perhiasaan istri saya dompet itu ternyata dirampok," lanjutnya.
Selang tiga jam, istri Tarsono pulang ke rumah dan menceritakan apa yang dialaminya. Istri Tarsono kemudian pingsan ketika mendengar dompetnya berisikan uang dan perhiasaanya dirampok.
"Saya kembali terpaksa jadi pengemis setengah tahun buat ngumpulin modal lagi," kenangnya.
Diusianya yang kini menginjak kepala lima, Tarsono lebih banyak tersenyum. Pasalnya dari jualan bensin eceran dan makanan ringan sudah cukup menghidupi istri, tiga anak dan dua cucu.
"Kalau jualan bensin dari jam 6-9 pagi. Terus saya istirihat, lalu lanjut jualan lagi jam 3-6 sore. Malamnya saya jualan makanan ringan mangkal di sebuah mini market," terangnya.
Berita Terkait
-
Tercatat sebagai Pengemis Terkaya di Dunia, Orang Ini Dapat 13.72 Miliar dari Hasil Mengemis
-
Cerita Dibalik Tabrakan Kereta Api dengan Truk Trailer, Petugas Palang Pintu Sempat Lari-lari ke Stasiun Jrakah
-
Kereta Api Tabrak Truk Trailer di Kota Semarang, Sempat Terjadi Kobaran Api, Begini Kronologinya
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
7 Langkah Cepat Pemprov Jateng Atasi Bencana di Jepara, Kudus, dan Pati
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
7 Fakta Menarik Tentang Karakter Orang Banyumas Menurut Prabowo Subianto
-
Honda Mobilio vs Nissan Grand Livina: 7 Perbedaan Penting Sebelum Memilih
-
7 Mobil Listrik Murah di Indonesia, Harga Mulai Rp100 Jutaan