SuaraJawaTengah.id - Tak terbayangkan kerasnya menjadi penambang emas. Hari-hari bertaruh nyawa demi mencukupi kebutuhan.
Di bawah tanah yang dalam, para penambang berjuang dengan penuh harapan. Berbekal alat pengaman seadanya, para penambang tak ragu masuk lubang galian yang tak lebar.
"Hanya cukup satu badan (lebar lubang). Tapi bisa untuk duduk. Pas sekali," ungkap Nino, penambang emas di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Selasa (1/8/2023).
Di dalam lubang, para penambang bisa menghabiskan waktu hingga 12 jam, bahkan seharian. Hal itu sesuai jam operasional yang telah disepakati.
"Perjanjiannya minimal 12 jam sekali turun. Misal turun jam 9 pagi, keluar jam 9 malam. Malah pernah 24 jam juga," kata dia.
Bermodal headlamp, para penambang harus jeli mencari bongkahan yang bernilai. Sementara untuk suplai oksigen, udara dalam lubang disedot menggunakan blower.
"Sebelum masuk, disedot pakai blower, jadi tetap bisa bernafas," jelasnya.
Sedangkan untuk konsumsi, makanan akan dikirimkan melalui kerekan dengan menggunakan sistem estafet.
"Jadi tiap 10 meter ada orangnya, istilahnya trap. Makanan dikirim dari atas dioper pakai kerekan tali," jelasnya
Baca Juga: Tim SAR Terus Menggali Harapan di Sisa Satu Hari Waktu Pencarian 8 Penambang Emas Banyumas
Mata pencaharian yang sangat berisiko ini menjadi pilihan Nino. Ia menganggap, pekerjaan yang bertaruh nyawa ini menjadi jalan jihad.
"Ya termasuk jihad ibaratnya, bertaruh nyawa untuk menafkahi keluarga, sekolah anak," ujarnya.
sudah 10 tahun, Nino menjadi penambang emas. Sebelumnya, ia bekerja di Paningkaban selama 8 tahun.
"Cari pengalaman pindah sini. Awalnya di Paningkaban ada 8 tahun. Sama disini jadi 10 tahun," kata dia.
Sementara untuk penghasilan, penambang tak menyebutkan angkanya. Namun ia menyebut, dalam satu karung muatan 25 kilogram, hanya dapat sekitar 10 gram. Kemudian, hasil tersebut dikalikan harga emas lalu dibagi dengan kelompok.
Jumlah kelompok tiap menambang tidak pasti, mulai dari 3, 5 bahkan 10 orang. Jumlah tersebut tergantung tingkat kedalaman.
"Sendiri juga berani, tapi paling kedalaman 20 meter saja," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis