SuaraJawaTengah.id - Dedengkot Panser Biru Kepareng alias Wareng buka suara terkait kericuhan suporter yang terjadi di laga PSIS Semarang versus Persib Bandung dipekan ke-9 BRI Liga 1 2023/2024.
Wareng mengakui akibat kericuhan di dalam Stadion Jatidiri tersebut puluhan suporter tim tamu mengalami luka-luka.
"Sebelumnya puluhan suporter yang luka-luka kami suruh ke ambulance di tribun barat. Tapi karena memancing emosi penonton kami amankan dibawah tribun timur," ucap Wareng pada SuaraJawaTengah.id, Rabu (23/8).
Sedangkan untuk suporter tim tamu yang terlibat perkelahian. Dia evakuasi serta diamankan ke ruang press conference.
Wareng mewakili kordinator lapangan (korlap) meminta maaf jika proses evakuasi dalam menangani kericuhan agak sedikit menggunakan kekerasan.
"Bukan niat atau maksud kami seperti itu," kata Wareng.
Bahkan seusai pertandingan, Wareng bersama para korlap berinisiatif mengawal kepulangan suporter tim tamu sampai larut malam agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Saya pulang jam 00.30 WIB karena jam 23.00 WIB bantu menyisir buat mengamankan dan mengevakuasi mobil-mobil yang terpakir di alfamart," terang Wareng.
"Sebagian korlap lainnya pulang jam 01.00 dinihari karena mengawal suporter (tim tamu) sampai jalan tol," tambahnya.
Baca Juga: Exco PSSI Sebut FIFA Melihat Semua Keributan Suporter PSIS Semarang dan Persib Bandung
Mantan Ketua Umum Panser Biru ini meminta semua pihak untuk menyalahkannya atas peristiwa kericuhan suporter tersebut.
"Saya pribadi sekarang menarik diri tidak akan membantu atau ikut campur masalah didalam maupun diluar stadion Panser Biru," celetusnya.
Wareng bersikukuh kebijakan larangan suporter menghadiri laga away berdampak buruk di lapangan. Dia terus menyuarakan penolakan agar PSSI segera mencabut kebijakan tersebut.
"Musuh saya bukan kalian, tapi PSSI yang bikin kebijakan yang tidak mutu," tandasnya.
Kontributor: Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
-
Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR