- BRI Semarang A. Yani mengadakan sosialisasi Business Continuity Management terkait penanganan banjir dan kebakaran bagi seluruh unit kerja.
- Kegiatan tersebut melibatkan Basarnas untuk memberikan pelatihan mitigasi risiko, prosedur evakuasi, serta penggunaan alat pemadam api ringan.
- Upaya ini bertujuan memastikan ketahanan operasional dan keberlangsungan layanan perbankan tetap optimal bagi nasabah dalam kondisi darurat.
SuaraJawaTengah.id - BRI Kantor Cabang Semarang A.Yani memperkuat kesiapsiagaan seluruh pekerja dalam menghadapi potensi bencana banjir dan kebakaran guna memastikan layanan perbankan kepada nasabah tetap berjalan optimal dalam berbagai kondisi darurat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Business Continuity Management (BCM) Penanganan Bencana Banjir dan Kebakaran di Unit Kerja yang digelar di Aula Lantai 4 BRI BO Semarang Pattimura.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi BCM Tahun 2026 yang bertujuan memperkuat ketahanan operasional perusahaan sekaligus meningkatkan kemampuan pekerja dalam menghadapi situasi krisis.
Branch Manager BRI Semarang A. Yani, David A. Saxono, mengatakan kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perbankan, terutama di tengah meningkatnya risiko bencana yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Kegiatan yang dilaksanakan berupa Sosialisasi BCM Penanganan Bencana Banjir dan Kebakaran di Unit Kerja sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan seluruh pekerja,” ujarnya.
Menurut David, keberlangsungan layanan kepada nasabah harus tetap menjadi prioritas utama dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi bencana maupun gangguan operasional lainnya. Oleh karena itu, seluruh pekerja perlu memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi kondisi darurat.
“Keberlangsungan layanan kepada nasabah harus tetap terjaga dalam berbagai situasi. Karena itu, seluruh unit kerja perlu memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing saat menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Regional Office Semarang, Regional Office Audit Semarang, serta empat kantor cabang BRI di Kota Semarang, yakni KC Semarang Pattimura, KC Semarang Brigjen Sudiarto, KC Semarang A. Yani, dan KC Semarang Pandanaran.
Para peserta berasal dari berbagai fungsi kerja strategis, mulai dari manajemen risiko, kepatuhan, logistik, teknologi informasi hingga petugas floor warden.
Baca Juga: Ke China Makin Praktis, QRIS Cross Border BRImo Kini Bisa Dipakai di Merchant Lokal
Dalam kegiatan tersebut, instruktur dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Ningsih Alimuddin, memberikan materi terkait berbagai kasus kegawatdaruratan yang berpotensi terjadi di lingkungan kerja maupun masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi identifikasi risiko, langkah mitigasi, hingga teknik penanganan awal dalam kondisi darurat.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak risiko saat terjadi keadaan darurat. Pengetahuan dan keterampilan dasar harus dimiliki setiap individu agar mampu bertindak cepat dan tepat,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai sistem proteksi kebakaran di lingkungan perkantoran, mulai dari prosedur evakuasi hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Para peserta diperkenalkan dengan jenis-jenis APAR, teknik penggunaan yang benar, serta langkah yang harus dilakukan ketika menemukan potensi kebakaran di area kerja.
Tim BCM BRI turut memaparkan sistem manajemen krisis dan prosedur penanganan keadaan darurat yang berlaku di lingkungan BRI.
Materi tersebut mencakup mekanisme koordinasi saat terjadi bencana, alur komunikasi darurat, pembentukan tim respons, hingga langkah-langkah pemulihan operasional pascakejadian.
Melalui kegiatan ini, BRI Semarang A. Yani berharap budaya kesiapsiagaan bencana semakin tertanam di seluruh unit kerja. Dengan pemahaman yang baik mengenai BCM, mitigasi risiko, serta penanganan keadaan darurat, operasional perusahaan dapat tetap berjalan dan pelayanan kepada nasabah tetap terjaga meskipun menghadapi situasi krisis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Rakyat
-
Capratar Akpol Tewas Diduga Bunuh Diri Lompat dari Werving Hoegeng