SuaraJawaTengah.id - Kabar mengejutkan hadir dari Shin Tae-yong. Pelatih Timnas Indonesia itu ditunjuk menjadi salah satu anggota Komite Penasihat klub kasta tertinggi Korea Selatan, Seongnam FC.
Kabar ini diketahui dari unggahan Seongnam FC di Instagram, di mana Shin Tae-yong ditunjuk sebagai anggota Komite Penasihat klub.
Pelatih berusia 53 tahun tersebut tak sendiri. Ia ditunjuk bersama tiga orang lainnya yang memiliki latar belakang berbeda-beda seperti profesor dan dokter.
“Demi meningkatkan dan memperkuat citra klub, pemilik klub sendiri mengangkat empat personil dari masing-masing bidang sebagai penasihat,” bunyi pernyataan Seongnam FC.
Shin Tae-yong sendiri ditunjuk sebagai penasihat di bidang manajemen tim atau departemen manajemen atlet karena latar belakangnya sebagai pelatih.
Penunjukkan Shin Tae-yong sendiri juga tak lepas dari statusnya sebagai sosok legendaris Seongnam FC kala masih bermain dan saat melatih.
Lantas, seperti apa sepak terjang dari Seongnam FC sendiri? Berikut ulasan profilnya!
Seongnam merupakan klub yang berdiri di Korea Selatan sejak 1989. Namun, cikal bakal terbentuknya klub ini sudah ada sejak 1975.
Saat itu, Sun Myung Moon, ketua dari Tongil Group ingin membentuk klub sepak bola di Korea Selatan setelah Korean Super League terbentuk pada 1983.
Setelah melewati berbagai macam halangan, akhirnya klub ini resmi berdiri dengan nama Ilhwa Chunma Football Club pada 1989.
Kejayaan klub ini langsung hadir di awal 90-an. Mereka mampu menjuarai K-League selama tiga musim beruntun dari 1993 sampai 1995.
Mereka juga menjuarai Liga Champions Asia pada 1995. Shin Tae-yong sendiri adalah salah satu legenda terbesar Seongnam. Baik itu sebagai pemain maupun manajer.
Shin Tae-yong berperan sebagai pemain saat Seongnam memenangi Liga Champions perdananya di 1995. Lima belas tahun berselang ia menjuarainya lagi sebagai pelatih.
Hal ini belum pernah terjadi dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. Pada 1996, klub ini harus pindah ke luar Seoul sehingga membuat nama klub berubah menjadi Cheonan Ilhwa Chunma. Meski sempat kesulitan, mereka berhasil menjuarai Korean FA Cup pada 1999.
Berita Terkait
-
Ngebut! Proses Naturalisasi Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On Kabarnya Sudah di DPR, Berpotensi Tampil di Piala Asia 2023
-
Kontrak Shin Tae Yong Hanya Diperpanjang Sampai Juni 2024, Sebuah Blunder dari PSSI?
-
5 Debutan Termuda Timnas Indonesia, Eks Pemain Madura United Ronaldo Kwateh Pecahkan Rekor
-
Chow-Yun Damanik Dikabarkan Batal Bela Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2023
-
4 Pemain Andalan Timnas Indonesia Cedera Jelang Lawan Irak dan Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru
-
PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026
-
Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut
-
Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan
-
Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang