SuaraJawaTengah.id - Nasib nahas dialami tiga pekerja bangunan yang sedang menggali tanah di Dusun Banaran, Desa Kalierang, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Kamis (2/11/2023).
Ketiganya meninggal dunia tertimbun longsor saat sedang menggali tanah.
Pekerja bangunan yang meregang nyawa itu masing-masing Aris berasal dari Purwokerto, Martin (Wonosobo), dan Turahman (Batang).
"Waktu kejadian sekitar 14.50 WIB. Tanah longsor tersebut tepatnya di depan SMP Selomerto. Sebanyak tiga korban meninggal dunia saat ini telah dievakuasi ke RSUD Wonosobo," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Bambang Triyono dilansir dari ANTARA.
Dia memaparkan, saat bekerja mereka tidak menyadari tiba-tiba terjadi tanah longsor sehingga tidak bisa menghindar. Mereka tertimpa material longsoran.
Ia menyebutkan adanya penggalian tanah di lokasi tersebut, namun tanah belum kuat sehingga menimbun tiga korban sedalam dua meter.
Para korban merupakan tukang bangunan yang bekerja di proyek tersebut.
Evakuasi korban dilakukan penggalian material tanah, baik secara manual maupun menggunakan ekskavator oleh BPBD Wonosobo, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Polri, PSC 119 Dinkes Wonosobo, Tagana, relawan gabungan, dan warga setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Luthfi Tantang Kepala Daerah Jaga APBD: Tak Boleh Ada Satu Rupiah Pun Salah Sasaran
-
Unsoed Buka Suara Usai Rektor Kena OTT KPK: Warek I dan Warek 4 Pegang Kendali Pimpinan
-
BRI Group Makin Diakui, Raih Enam Penghargaan Bergengsi Asia 2026
-
BRI Dukung Potensi Bank Emas Indonesia Lewat Ekosistem Emas Terintegrasi