Kata Ashar Kampung Bustaman memenuhi syarat untuk membangun Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). Sebab 60 persen warganya tidak memiliki MCK.
Dibangunnya MCK Plus tersebut untuk mengubah citra buruk yang melekat di Kampung Bustaman. Meski tinggal di gang sempit, Ashar ingin kampungnya bersih dan warganya tidak bersembarangan buang air.
"Jadi untuk mandi, buang air kecil atau besar mayoritas warga Bustaman menggunakan toilet umum. Dulu tarifnya Rp500, sekarang Rp1.000. Biaya-biaya itu untuk perawatan," paparnya.
Sedangkan MCK Plus sekaligus program biogas sendiri sudah berdiri sejak tahun 2005. Dulu warga Bustaman setiap pagi silih berganti memasak di tempat yang tersambung energi biogas tersebut.
Baca Juga: Sinergi Bersama Forkopimda, Mbak Ita Siap Amankan Arus Mudik di Kota Semarang
"Jadi untuk menghasilkan biogas menggunakan sistem pengolahan anaerobik. Disekitar bangunan itu terdapat bioregister sebagai tempat penampung, septictank sebagai tempat sedimentasi, dan lain-lainnya," kata Ashar.
Namun seiring berkembangnya zaman dan paralihan minyak tanah ke gas LPG. Warga Bustaman sudah lama tidak lagi memasak maupun menggunakan biogas tersebut.
Hanya seorang penjaga toilet yang sesekali masih menggunakan biogas untuk keperluan merebus air dan bikin mie instan.
Diakui Ashar, belakangan ini biogas di Kampung Bustaman sering tidak berfungsi apinya kurang maksimal. Hal itu mungkin ada titik-titik keretakan di biogesternya.
"Tidak mudah merawat biogas selama 18 tahun. Kita harus cerewet pada warga agar tempat pembuangan tinja tidak boleh tercemar cairan sabun," tandasnya.
Baca Juga: Jadi Wanita Pertama yang Menjabat Wali Kota Semarang, Ini Profil Hevearita Gunaryanti
Kontributor : Ikhsan
Berita Terkait
-
Meriahnya Kirab Budaya Dugderan Sambut Ramadan di Semarang
-
Semarang Punya Catwalk Baru, Fashion Show di Kampung Bustaman
-
Korupsi Meja Kursi SD, Wali Kota Semarang dan Suami Diciduk KPK
-
Dibui Bareng Suami Gegara Korupsi, Mbak Ita Raih Upeti Rp2,4 M dari Iuran Sukarela Pegawai Bapenda Semarang
-
Ditahan KPK, Ini Potret Mbak Ita dan Suami Pakai Rompi Oranye dan Tangan Diborgol
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Jurnalis Dipukul dan Diancam Ajudan Kapolri: Kebebasan Pers Terancam di Semarang
-
Arus Balik Lebaran 2025: Baru 50 Persen Pemudik Kembali
-
Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
-
Ini 7 Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan untuk Dilakukan
-
Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2025: Sampai Kapan Kita Bisa Berpuasa?