Sebuah mural yang menceritakan sejarah Bustaman menghiasi ditengah aktivitas warga Kampung Bustaman, Kota Semarang. [suara.com/Budi Arista]
Namun seiring berkembangnya zaman dan paralihan minyak tanah ke gas LPG. Warga Bustaman sudah lama tidak lagi memasak maupun menggunakan biogas tersebut.
Hanya seorang penjaga toilet yang sesekali masih menggunakan biogas untuk keperluan merebus air dan bikin mie instan.
Diakui Ashar, belakangan ini biogas di Kampung Bustaman sering tidak berfungsi apinya kurang maksimal. Hal itu mungkin ada titik-titik keretakan di biogesternya.
"Tidak mudah merawat biogas selama 18 tahun. Kita harus cerewet pada warga agar tempat pembuangan tinja tidak boleh tercemar cairan sabun," tandasnya.
Kontributor : Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah