SuaraJawaTengah.id - Serial Gadis Kretek yang baru saja tayang di Netflix kini tengah menjadi bahan perbincangan hangat masyarakat.
Serial ini diadaptasi dari cerita novel yang berjudul sama karya Ratih Kumala.
Salah satu hal yang juga menjadi sorotan publik adalah salah satu lokasi syuting Gadis Kretek, yakni Museum Kretek Kudus.
Museum yang menjadi tempat wisata itu sempat tutup beberapa hari lantaran proses syuting serial tersebut.
Namun, perlu diketahui, Museum Kretek Kudus telah menyimpan sejarah dan sejumlah fakta menarik. Berikut ini adalah sejarah Museum Kretek satu-satunya di Indonesia yang didirikan di Kota Kudus.
Sejarah Berdirinya Museum Kretek Kudus
Museum Kretek didirikan pada tahun 1985 oleh Presatuan Pengusaha Rokok Kudus yang diprakarsai oleh Soepardjo Rustam, Gubernur Jawa Tengah saat itu dan diresmikan pada tahun 1986. Museum ini menyimpan beragam koleksi yang mengisahkan perkembangan kretek di tanah Jawa.
Ide pembangunan museum tersebut muncul ketika Gubernur Supardjo Rustam mengunjungi Kudus. Ia melihat adanya potensi besar perusahaan kretek yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Karena itu, Museum Kretek dibangun untuk mendokumentasikan perkembangan industri kretek Tanah Air. Setidaknya, Museum Kretek menyimpan 1.195 koleksi yang merekam sejarah perkembangan kretek di Indonesia, khususnya pulau Jawa dari awal hingga 1990-an.
Baca Juga: 9 Pesona Dian Sastro Pakai Kebaya, Aura Kecantikannya Makin Terpancar
Berkunjung ke museum ini, para pengunjung akan dapat mempelajari banyak hal. Pengunjung akan dilihatkan berbagai teknik pembuatan kretek sejak awal yang masih manual hingga teknologi modern.
Bahkan, pengunjung dapat melihat alat-alat pembuatan rokok, diorama jenis-jenis tembakau cengkeh, diorama pembuatan rokok di pabrik, dan masih banyak yang lainnya.
Salah satu hal yang sangat menarik adalah kiprah Nitisemito, pendiri Pabrik Rokok Bal Tiga yang disertai dengan dokumen-dokumen perusahaan pada waktu itu.
Miniatur Cagar Budaya di Museum Kretek
Seiring dengan perkembangan waktu, wilayah di sekitar komplek ini dibangun beberapa miniatur bangunan cagar budaya, seperti Oemah Kembar Nitisemito. Konon, Oemah Kembar Nitisemito itu menjadi saksi bisa kejayaan pembesar Kretek Nitisemito tersebut.
Selain itu juga dibangun miniatur Masjid Wali Loram Kulon yang ikonik disertai dengan gapura padureksan. Bahkan, terdapat perpaduan arsitektur budaya Jawa, Persia,, China, dan Eropa dalam miniatur Rumah Adat Kudus Joglo Pencu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik
-
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain
-
Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak
-
14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas