SuaraJawaTengah.id - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman resmi diberhentikan dari jabatannya. Setelah dia terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik saat memutuskan perkara batasan usia capres dan cawapres.
Anwar Usman juga dikenai sanksi oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) tidak boleh terlibat dalam penangan perkara sengketan pemilu 2024.
Dicopotnya Anwar Usman tersebut mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Salahnya tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir.
Melalui akun sosial media X, dosen yang mengajar di Fakultas Hukum Monash University itu sampai menyentil Presiden Jokowi. Gus Nadir menyarankan orang satu di Indonesia agar membimbing Gibran Rakabuming yang sedang terjebak dalam situasi rumit.
Pasalnya lolosnya Wali Kota Surakarta menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto penuh kontroversi. Sampai mengubah konstitusi yang diketuk oleh pamannya sendiri.
"Sebaiknya Pak @jokowi meminta Gibran mundur sebagai Cawapres. Proses di MK terbukti cacat secara etika, meski putusannya tetap sah," tulis Gus Nadir.
Jika Gibran tetap memaksa melanjutkan apa yang telah dia pilih. Menurut Gus Nadir selamanya masyarakat Indonesia akan selalu terbayangi dengan catatan buruk tersebut.
"Ini akan membayangi langkah dan karir politik Gibran. Kalau pun misalnya dia terpilih sebagai cawapres, dia punya beban moral karena pelanggaran etika di MK," tegas Gus Nadir.
Cuitan Gus Nadir itu lantas ramai dikomentari netizen. Mereka nggak sedikit yang sependapat dengan apa yang dikatakan lelaki berusia 49 tahun tersebut.
Baca Juga: Lika-liku Karier Anwar Usman: Jadi Guru Honor, Main Film Sampai Jadi Ketua MK
"Ibarat kelahiran bayinya "cacat bawaan" semacam bibir sumbing, meskipun bisa di rekayasa estetik medis tapi gak akan bisa hilang ketika berbicara, bukan begitu Prof?," ucap akun X @herwa**.
"Kalau masih punya akal dan hati pasti tau dalam posisi yang salah langkah. Tapi ya sudahlah, tinggal rakyat harus pintar melihat situasi ini jangan sampai terjadi punya pemimpin hasil rekayasa," cetus akun X @kukuh**.
"Sekalipun dia beneran menang pasti akan dianggap curang karena dari awal terbukti seperti itu," sahut akun X @syariq**.
"Semoga Jokowi tampil sebagai Negarawan. Bukan sebagai politisi yang kemaruk kekuasaan. Insya Allah proyek-proyek Jokowi akan tetap ditunaikan," harap akun X @andi**.
Kontributor : Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya