SuaraJawaTengah.id - Peringatan atas kenaikan tahta KGPAA Mangkunegara VI telah dilaksanakan setiap tahun. Pada tahun ini, peringatan tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu (18/11/2023) di Astana Oetara. Acara tersebut telah diikuti oleh masyarakat sejak tahun 2012 silam.
Bahkan, warga masyarakat turut serta menginisiasi peringatan ini dengan acara Grebeg Astana Oetara. Acara ini hadir kembali setelah beberapa tahun belakangan ini harus terhenti lantaran Pandemi COVID-19.
Kembalinya acara peringatan kenaikan tahta KGPAA Mangkunegara VI ini disampaikan langsung di akun resmi @astanaoetaraofficial, Jumat (17/11/2023). Lantas, siapa sebenarnya sosok Mangkunegara VI yang dicintai masyarakat?
Profil Mangkunegara VI
Mangkunegara VI dikenal sebagai seorang pemimpin visioner di penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Ia dianggap membawa banyak perubahan pesat dalam melalui zaman tersebut dengan ‘ugal-ugalan’.
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VI (1896-1916) memiliki nama kecil RM Suyitno atau KPA Dayaningrat. Ia merupakan putra dari KGPAA Mangkunegara IV dan Ray Dunuk yang merupakan putri KGPAA Mangkunegara III.
Mangkunegara VI ini naik tahta menggantikan kakaknya, Mangkunegara V, di usianya yang ke-40 tahun. Ia mulai bertahta pada tanggal 21 November 1896. Di era kepemimpinannya ini, ia berhasil membawa perubahan dan pembaruan.
Berbeda dengan kakaknya yang lebih mengedepankan kesenian, Mangkunegara VI lebih mementingkan keuangan dan ekonomi yang saat itu hampir kosong di zaman kakaknya.
Dalam kepemimpinannya itu pula, ia berhasil mendobrak tradisi lama dengan didasari kebijaksanaan ala Jawa yang dipadukan dengan modernitas melalui semangat egaliter. Berbagai hal yang tidak menjadi prioritas dan menghisap keuangan akan disingkirkan untuk efisiensi.
Hal itu mengingat pada masa pemerintahan Mangkunegara V terjadi ketidaktertiban manajemen pengelolaan bisnis. Ditambah lagi, harga gula di pasaran dunia yang sedang jatuh karena mendapat pesaing baru dari Brasil. Karena gebrakannya ini, utang kerajaan yang ditinggalkan oleh pendahulunya berhasil dilunasi.
Bukan hanya urusan keuangan, Mangkunegara VI juga membawa perubahan mendasar dalam urusan fashion, aturan tata krama, gaya hidup di keraton, hingga multikulturalisme dan kebebasan beragama.
Perubahan dan Pembaharuan Masa Pemerintahan Mangkunegara VI
Dalam hal fashion atau penampilan, Mangkunegara VI mempelopori potongan rambut pendek dengan memotong rambutnya sendiri. Dari situ, ia mewajibkan semua pejabat serta kawula untuk tidak memelihara rambut panjang bagi laki-laki.
Sementara itu, tata krama dan gaya hidup di keraton pun turut berubah. Sembah sungkem yang semula dilakukan berkali-kali, dipangkasnya cukup hanya dengan tiga kali saja. Bahkan, ia juga memutus ikatan dengan kasunanan yang mewajibkan Mangkunegara harus menghadap setiap kali persidangan.
Karena itu, Mangkunegara menjadi otonom, bahkan menjadi pesaing yang semakin serius dalam memperebutkan hegemoni kebudayaan di Jawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun