SuaraJawaTengah.id - Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Muchamad Yulianto menyebut merosotnya elektabilitas pasangan Ganjar-Mahfud akibat masifnya PDIP menyerang keluarga Jokowi.
Seperti diketahui elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran unggul jauh dari dua rivalnya berdasarkan hasil survei litbang kompas baru-baru ini. Pasangan nomor urut 2 ini memperoleh elektabilitas sebesar 39,3 persen.
Sedangkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang memperoleh 16,7 persen. Disusul paling buncit Ganjar-Mahfud hanya mendapatkan 15,3 persen suara.
"Kenaikan (elektabilitas) Prabowo-Gibran karena beberapa hal. Tim Ganjar-Mahfud terutama PDIP yang terkesan terus menyerang Pak Jokowi itu berefek positif pada Gibran," ucap Yulianto saat dihubungi Suara.com, Senin (11/12/23).
"Kenapa? Ada efek perasa iba atau belas kasihan pada Jokowi. Sehingga orang-orang menarik dukungan dari Ganjar ke Prabowo," lanjutnya.
Lebih lanjut, Yulianto menuturkan serang-serangan yang dilancarkan kubu PDIP ke Jokowi justru berefek negatif pada elektabilitas Ganjar-Mahfud.
Lalu faktor lain naiknya elektabilitas Prabowo-Gibran lantaran keberhasilan sosok Wali Kota Solo yang tetap santai, sopan, santun dan tenang. Sehingga sosok Gibran dianggap mewakili kalangan generasi Z.
"Terakhir itu barang kali tim sukses Jokowi pada pemilu 2019 mulai ikut bekerja. Dulu ketika mereka sama-sama Jokowi tidak ada masalah, sekarang secara terang-terangan saling berhadapan mengambil suara Ganjar-Mahfud untuk dialihkan ke Prabowo-Gibran," terangnya.
Tak hanya di suara nasional, survei Litbang Kompas juga menunjukkan elektabilitas Ganjar di pulau Jawa yang semula berada diangka 39,6 persen di Agustus kemarin, kini merosot tinggal 18,4 persen.
Baca Juga: Bukan ke Jawa Tengah, Ini Lokasi Pertama Kampanye Ganjar Pranowo-Mahfud MD
Di Jateng, tempat Ganjar melayani sebagai gubernur, elektabilitasnya tinggal 31,6 persen dari sebelumnya 62 persen pada Agustus.
Sebaliknya, elektabilitas Prabowo-Gibran di Jawa melonjak menjadi 36,7 persen dari 28,8 persen di Agustus. Di Jateng, elektabilitas pasangan nomor 2 ini naik menjadi 29,6 persen dari sebelumnya 19 persen pada Agustus.
"Sesungguhnya pertarungan di Jawa Tengah itu antara PDIP melawan keluarga Jokowi. Dan ternyata keluarga Jokowi makin kuat, karena orang Jawa itu kalau diganggu malah dapat simpati. Jadi semakin Jokowi diserang dia malah semakin kuat," ucapnya.
"Itu berefek sekali pada suara anaknya sebagai tumpuan belas kasihan pada Jokowi," tambahnya.
Pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti dia meminta gen Z untuk terlibat aktif dalam menentukan calon pemimpin. Yulianto menerangkan sekilas bahwa politik itu alat yang dipakai orang untuk mengelola negara dengan baik.
"Jadi hasil survei itu hanya jadi panduan untuk melihat dinamika terus berkembang. Bukan penentu kemenangan. Dan hasil akhirnya kita lihat nanti di tahun 2024. Hasil survei itu sifatnya dinamis, bisa naik-turun karena waktu (pemilu) masih tinggal dua bulan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
Pertamina Siaga Penuh! Layanan Ekstra dan Antisipasi Dua Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Jateng
-
Momen Penuh Makna, Danantara Rayakan Ultah Pertama dengan Hadiah Fantastis untuk Pelajar
-
Jangan Sampai Motor Mogok di Jalan! Ini 4 Titik Krusial yang Wajib Dicek Sebelum Mudik Lebaran
-
5 Fakta Aksi Napi Lapas Nirbaya Nusakambangan yang Kabur dan Ditangkap Warga
-
Daftar Diskon Tol Mudik Lebaran 2026: Rute dan Tarif Terbaru Menuju Jawa Tengah dan Jogja