SuaraJawaTengah.id - Pasangan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD menyatakan siap menganggarkan Rp4 triliun untuk pemberian insentif guru mengaji maupun guru keagamaan non-formal di seluruh Indonesia jika memenangi Pilres 2024.
Melalui keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Minggu, hal itu disampaikan Ganjar Pranowo saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo, Minggu.
“Kami sudah melaunching waktu Pak Mahfud di Sabang itu, untuk guru agama dan guru ngaji dapat insentif. Kalau kemarin istilahnya guru ngaji dapat gaji,” katanya.
Politiikus PDI Perjuangan itu mengaku tidak kesulitan untuk menjalankan program tersebut karena dirinya telah menginisiasi program serupa saat menjabat Gubernur Jawa Tengah.
"Waktu itu saya bersama Gus Yasin (Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, praktik ini pernah kita lakukan di Jawa Tengah," ujarnya.
Bukan hanya sekadar janji politik, Ganjar bahkan sudah menghitung kebutuhan anggaran yang akan digunakan untuk program insentif guru mengaji dan guru agama yakni sekitar Rp4 triliun.
"Kami hitung sekitar Rp4 triliun kalau pakai pola Jawa Tengah. Mudah-mudahan ini bisa berjalan," katanya.
Menurut dia, pemberian insentif kepada guru gaji dan guru agama lainnya itu penting karena di balik kegigihan mereka mengajar ada tanggung jawab membekali ilmu agama dan budi pekerti bagi generasi muda.
“Karena selain mereka mengajar agama, saya titip diajarkan budi pekerti. Kalau ilmu agama bagus dan budi pekerti bagus, kan hubungan sosialnya menjadi bagus sehingga anak-anak ini ketika bertemu dengan yang beda agama, golongan, dan suku, mereka merasa semua saudara," ujarnya.
Baca Juga: Gus Miftah Terancam Pidana, Ganjar Pranowo: Semua Sudah Kelihatan Kok!
Program yang diusung pasangan capres Ganjar-Mahfud itu mendapat apresiasi dari ulama dan pengasuh pondok pesantren, salah satunya adalah Kiai Haji Yasin Nawawi, pengasuh Pondok Pesantren An Nur Bantul, Yogyakarta.
Menurutnya, Ganjar Pranowo satu-satunya capres yang peduli terhadap pendidikan, terutama pondok pesantren dan dibuktikan dengan adanya program insentif guru mengaji dan guru agama lainnya.
"Iya itu program yang sangat positif sekali. Bagaimanapun guru-guru ngaji di kampung itu adalah pejuang tanpa pamrih, menciptakan generasi yang berakhaqul karimah. Alangkah luar biasa jika Pak Ganjar menjadi presiden dan memberikan perhatian kepada mereka," katanya.
Program insentif guru mengaji dan guru agama itu, lanjut dia, bukan spontan kali ini melainkan telah dipraktikkan saat memimpin Jawa Tengah.
"Meskipun saya orang Yogyakarta tapi saya mengikuti beliau sejak jadi Gubernur Jateng. Beliau juga dekat dengan ulama dan pesantren," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Harga Sayur Lebih Stabil Setelah Ada MBG, Petani Boyolali Harap Program Terus Berlanjut
-
Semangat Petani Boyolali Terangkat, MBG buat Pesanan Sayur Melonjak
-
Gebrakan BRI Cepu: Gelontorkan Rp7,8 Miliar, 49 Keluarga di Blora Serentak Punya Rumah
-
Niat Hemat Malah Boncos, Ini Bahaya Oplos BBM Imbas Harga Pertamax Turbo Meroket Tajam
-
Putus Tren Negatif vs Deltras FC, Stefan Keeljes Puji Kerja Keras Pemain Kendal Tornado FC