Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Selasa, 26 Maret 2024 | 16:04 WIB
Barisan kuda pacu beserta para penunggangnya bersiap mengelilingi kampung sambil menunggu waktu berbuka puasa.(Suara.com / Citra Ningsih)

SuaraJawaTengah.id - Kisah warga Banjarnegara yang ngabuburit asik dengan berkuda keliling kampung menjadi hal yang tabu dilakukan oleh kebanyakan orang. 

Ngabuburit dengan berkuda seperti sudah menjadi tradisi bagi  komunitas Mafaza Stable atau sering dipanggil 'Ngabuburide' ketika berkuda sore hari saat bulan Ramadan.

Barisan kuda pacu dengan gagah berbaris bersama penunggangnya siap berkeliling kampung. Sebelumnya, kuda dipasangi perlengkapan diantaranya pelana dan pengaman kepala.

Para penunggang kuda atau riders juga diwajibkan melakukan pemanasan untuk mengurangi risiko cidera.

Baca Juga: Masyarakat Banjarnegara Diminta Waspadai Bencana Alam Akibat Cuaca Ekstrem

Usai persiapan, para penunggang memacu kudanya memutari lapangan sebelum akhirnya berkeliling kampung.

Jalur yang dilalui para riders saat ngabuburit mulai dari jalan raya hingga perkebunan.

"Biasanya kita endurance keliling kampunh lewat jalan, perkampungan, dan kebun. Biasanya kita lebih banyak lewat jalur yang banyak pepohonan agar tidak terlalu panas," jelas Aditya Agus Satria, salah satu penggiat berkuda, Senin (25/3/2024).

Menurut Adit, ngabuburit berkuda bisa menjadi ajang olahraga juga sebagai hiburan yang ramah lingkungan.

"Karena dengan berkuda memungkinkan kita menjangkau lebih luas, bisa masuk hutan dan bisa menyatu dengan alam, berbeda jika kita pakai motor," ujarnya.

Baca Juga: Kabar Duka, Mantan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Tutup Usia

Tak hanya kaum laki-laki, tampak juga sejumlah riders perempuan yang dengan berani mengendalikan kuda.

Romansa Maudy, salah satu riders perempuan yang mengaku memlilih berkuda sebagai kegiatan menunggu waktu berkuda karena dapat melatih mental.

"Seru sih kak, disamping itu juga efeknya bisa melatih kepribadian diri sendiri jadi jauh lebih berani dan percaya diri," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan jika mengendarai kuda juga ada tantangannya. "Harus bisa mengendalikan kuda dan harus tenang," jelasnya.

Salah satu pengurus Mafaza Stable, Dwi Kiki Ivan Akbar mengatakan, kegiatan ngabuburit berkuda terbuka untuk umum.

"Biasa setiap Ramadhan ngabuburit berkuda, siapa saja boleh bergabung," jelasnya.

Kontributor : Citra Ningsih

Load More