SuaraJawaTengah.id - Ramadan tahun ini diramaikan dengan sebuah tren baru yakni "war" takjil lintas agama.
Berburu takjil di pasar atau stand-stand kuliner tidak hanya dilakukan umat muslim saja. Orang dari agama lain turut memeriahkan.
Menjelang sore hari, Kristi Dwi Utami hampir selalu nengok jam tangan yang dipakai. Dia seperti itu bukan sedang memikirkan jam pulang kerja.
Perempuan kelahiran Wonogiri itu rupanya sedang memikirkan jam yang tepat untuk berburu kolak, puding, manisan yang dijajakan penjual takjil.
"Saya orangnya memang suka jajan. Apalagi di bulan puasa sekarang ini banyak pilihannya," ucap Kristi pada Suara.com, Kamis (28/3/24).
Kristi juga sering bertanya pada teman-temannya yang muslim soal tempat yang ramai penjual takjilnya. Sebab Kristi ingin menjajal aneka takjil di seluruh penjuru Kota Semarang.
"Ini di (taman Indraprasta) saya beli cilok, manisan, donat. Besok saya mau nyoba berburu takjil di sekitar Masjid Agung Semarang," jelasnya.
Sebelum tren war takjil viral, hampir setiap bulan ramadan. Kristi nggak mau ketinggalan untuk berburu takjil dan ikut berbuka puasa bareng teman-temannya yang beragama Islam.
"Takjil favorit atau yang sering saya cari itu kolak," ungkapnya.
Baca Juga: Ini Jadwal Azan Magrib Kota Semarang dan Sekitarnya pada 27 Maret 2024
Toleransi yang Indah
Fenomena war takjil yang sedang trend ini didukung warga muslim. Widi mengaku nggak keberatan harus mengantri dengan orang-orang non-muslin (nonis) yang ikut berburu takjil.
Baginya pemandangan seperti itu merupakan bentuk toleransi yang indah karena melibatkan agama lain.
"Sebelum ke sini (taman indraprasta) saya tadi sempat keliling-keliling dulu," ucap perempuan berusia 27 tahun tersebut.
Sama seperti yang dilakukan Kristi, setiap harinya Widi berpindah-pindah tempat untuk mencari takjil yang diinginkan.
"Di luar ramadan memang banyak yang jualan di dekat-dekat area taman. Tapi pas ramadan ini yang jualan makin banyak. Saya beli piscok, karamel, sama pukis," bebernya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin