SuaraJawaTengah.id - Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Semarang dari PDI Perjuangan akhirnya mendaftar ke KPU. Momen tersebut adalah yang ditunggu-tunggu oleh publik.
Agustina Wilujeng Pramestuti-Iswar Aminuddin yang diusung PDI Perjuangan mendaftar mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Semarang 2024.
Mereka berdua datang ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Kamis (29/8/2024) sekitar pukul 16.22 WIB dengan menaiki mobil jip terbuka diarak oleh para massa pendukungnya.
Diperkirakan ada ribuan massa yang mengiringi pasangan tersebut yang tersebar di berbagai titik, mulai Kantor DPC PDI Kota Semarang, Kantor DPD PDI Jawa Tengah (Panti Marhen).
Massa pendukung mengenakan mengenakan pakaian serba merah menampilkan berbagai atraksi kesenian, seperti barongsai dan liong.
Ada pula yang menaiki truk trailer besar yang dipasangi "sound" berukuran besar memutar musik kekinian, dihiasi dengan poster-poster bergambar "Agustin-Iswar".
Memasuki halaman Kantor KPU Kota Semarang, Agustin-Iswar yang mengenakan pakaian putih dan celana hitam disambut oleh para penari yang membawakan tarian Warak Dugder.
Ketua KPU Kota Semarang Ahmad Zaini menyampaikan terima kasih atas kehadiran pasangan Agustin-Iswar yang sebelumnya telah melakukan koordinasi lewat LO (liaison officer) mengenai rencana kedatangan.
"Pendaftaran ini nanti kami akan terima dengan berkas dari partai pengusung. Kemudian, kami akan melakukan verifikasi dan hasilnya akan kami sampaikan langsung sore ini," katanya.
Baca Juga: Siap Bertarung di Pilkada Jateng, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Resmi Mendaftar ke KPU
Menurut dia, berkas pendaftaran tersebut akan diverifikasi untuk memastikan kelengkapannya, dan nantinya jika lengkap akan diberikan berita acara dan tanda terima.
"Kalau (berkas, red.) lengkap, kami akan menerbitkan berita acara, tanda terima, kemudian merekomendasikan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit (RS) yang kami tunjuk," katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan bahwa pencalonan Agustin-Iswar melalui proses yang sangat panjang.
"Ini melalui proses yang sangat panjang, mulai DPC, DPD, hingga DPP. Hari ini, kami mewakili teman-teman partai mendaftarkan pasangan Agustin-Iswar ke KPU," kata Hendi, sapaan akrabnya.
Diakuinya, penentuan waktu pendaftaran itu juga dilakukan melalui perhitungan weton untuk mencari "hari yang baik" sehingga diharapkan bisa mendapatkan hasil yang baik di pilkada.
Kebetulan, kata dia, pada Kamis sore ini bertepatan dengan weton Jumat Wage yang menurut perhitungan kalender Jawa memiliki neptu yang besar yang diharapkan berimplikasi terhadap kemenangan.
Berita Terkait
-
Dua Bakal Calon Gubernur dan Wagub Jateng Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Ada 65 Dokter RS Kariadi yang Terlibat
-
Hindari Jalan di Semarang, Arak-arakan 2.500 Pendukung Agustina-Iswar akan ke KPU Hari Ini
-
Detik-detik Terakhir Pendaftaran, PDI Perjuangan akan Mengusung Agustina-Iswar di Pilwakot Semarang?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan