Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 24 Maret 2025 | 13:19 WIB
Hindari Macet Saat Mudik Lebaran! Ini Jalur Alternatif dari Jakarta ke Semarang Saat Libur Panjang
Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. ANTARA/I.C. Senjaya

SuaraJawaTengah.id - Menjelang libur lebaran 2025, arus lalu lintas dari Jakarta menuju Semarang diprediksi mengalami peningkatan signifikan.

Jalan Tol Trans Jawa tentu menjadi pilihan utama para pemudik, namun kepadatan di beberapa titik rawan macet seperti ruas Tol Cipali, Tol Pejagan-Pemalang, dan Gerbang Tol Kalikangkung Semarang sering kali membuat perjalanan menjadi lebih lama.

Untuk menghindari kemacetan, pemudik disarankan mempertimbangkan jalur alternatif yang lebih lancar dan tetap nyaman.

1. Jalur Pantura (Non-Tol) sebagai Alternatif Tol Trans Jawa

Baca Juga: Libur Lebaran 2024, Pantauan di Objek Wisata di Jawa Tengah Bakal Ditingkatkan

Jalur Pantai Utara (Pantura) merupakan jalur klasik yang masih menjadi pilihan bagi banyak pemudik. Rute ini melewati Bekasi – Karawang – Subang – Indramayu – Cirebon – Brebes – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Batang – Kendal, dan akhirnya sampai di Semarang.

Jalur ini memiliki banyak fasilitas seperti rumah makan, SPBU, dan tempat istirahat yang tersebar di sepanjang jalan. Selain itu, pemudik juga dapat menikmati kuliner khas di berbagai daerah, seperti nasi jamblang di Cirebon atau sate kambing di Tegal.

Namun, karena jalur ini masih menjadi favorit, pemudik harus tetap waspada terhadap kemungkinan kemacetan di beberapa titik rawan seperti Pasar Tanjung di Brebes dan area sekitar Pekalongan yang sering mengalami kepadatan akibat aktivitas pasar dan perlintasan kereta api.

2. Jalur Tengah via Purwokerto untuk Pemandangan Lebih Sejuk

Bagi pemudik yang ingin menghindari kepadatan lalu lintas dan menikmati perjalanan dengan pemandangan pegunungan yang asri, jalur tengah bisa menjadi alternatif.

Baca Juga: Libur Lebaran, Solo Safari Diprediksi Bakal Ada Lonjakan Pengunjung

Rute ini dimulai dari Jakarta menuju Cikampek – Purwakarta – Bandung – Sumedang – Majalengka – Banyumas – Purwokerto – Wonosobo – Temanggung – dan akhirnya ke Semarang.

Jalur ini relatif lebih sepi dibandingkan jalur Pantura dan Tol Trans Jawa, tetapi memiliki medan yang berliku di beberapa titik seperti kawasan Lembang hingga Sumedang.

Pemudik yang memilih jalur ini disarankan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima karena beberapa bagian jalan memiliki tanjakan dan turunan curam.

3. Jalur Selatan via Yogyakarta untuk Pengalaman Wisata

Jika pemudik tidak terburu-buru dan ingin menikmati perjalanan dengan suasana berbeda, jalur selatan bisa menjadi pilihan menarik. Rutenya adalah Jakarta – Bandung – Tasikmalaya – Banjar – Kebumen – Purworejo – Magelang – dan akhirnya ke Semarang.

Jalur ini lebih panjang dibandingkan jalur lainnya, namun menawarkan pengalaman perjalanan yang unik dengan pemandangan alam yang indah.

Selain itu, pemudik juga bisa singgah di berbagai tempat wisata seperti Candi Borobudur di Magelang atau wisata kuliner khas Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang.

Namun, jalur ini memiliki tantangan tersendiri karena kondisi jalan yang lebih sempit dan berliku di beberapa daerah.

4. Strategi Menggunakan Jalan Tol dengan Keluar-Masuk di Titik Tertentu

Bagi pemudik yang tetap ingin menggunakan jalan tol tetapi ingin menghindari titik-titik kemacetan seperti Tol Cipali dan Gerbang Tol Kalikangkung, ada strategi keluar-masuk di beberapa titik tol alternatif.

Misalnya, pemudik bisa keluar di Gerbang Tol Pejagan, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri Brebes – Tegal – Pemalang sebelum kembali masuk tol di Gerbang Tol Pemalang.

Strategi ini memungkinkan pemudik untuk menghindari kemacetan panjang di dalam tol sekaligus menikmati perjalanan yang lebih fleksibel.

Namun, sebelum memilih rute ini, pemudik disarankan untuk selalu memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi navigasi atau media sosial resmi dari kepolisian.

Tips Aman dan Nyaman Saat Perjalanan

Untuk memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman, pemudik disarankan untuk:

  • Memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, termasuk rem, oli, ban, dan lampu kendaraan.
  • Mempersiapkan bekal makanan dan minuman untuk mengantisipasi keterbatasan rest area saat macet.
  • Menggunakan aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Waze untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time.
  • Beristirahat setiap 3-4 jam untuk menghindari kelelahan dan meningkatkan konsentrasi saat berkendara.
  • Mematuhi rambu lalu lintas dan tidak memaksakan diri untuk berkendara dalam kondisi mengantuk atau kelelahan.

Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas serta posko pengamanan di berbagai titik untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan ke Semarang dapat berlangsung dengan lancar dan selamat.

Load More