- Sebanyak 102 downhiller dari berbagai daerah bertarung sengit di 76 IDH Urban 2025 Semarang.
- Peningkatan jumlah peserta membuat persaingan di kelas Men Elite memanas dengan selisih waktu tipis.
- Pihak penyelenggara mengapresiasi antusiasme atlet yang membuat kompetisi semakin berkualitas.
SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 102 downhiller dari berbagai penjuru Tanah Air menyerbu kawasan Tegalsari, Semarang, untuk bertempur di ajang 76 Indonesian Downhill (IDH) Urban 2025 Seri 2, Sabtu (4/10/2025).
Jumlah peserta yang meningkat signifikan ini secara langsung menaikkan tensi persaingan ke level tertinggi, mengubah setiap lintasan menjadi arena adu nyali yang brutal.
Atmosfer kompetisi yang mendidih paling terasa di kelas paling bergengsi, Men Elite. Padatnya jumlah peserta di kelas ini memaksa setiap rider tampil tanpa celah jika ingin merebut posisi teratas.
Andy Prayoga dari Polair DH Team berhasil menjadi yang tercepat pada sesi seeding run dengan catatan waktu 1 menit 29,079 detik.
Namun, kemenangan itu diraih dengan susah payah. Ratusan pasang mata menjadi saksi betapa ketatnya pertarungan saat M. Abdul Hakim (76 Rider DH Squad) menguntit di posisi kedua dengan selisih hanya 0,271 detik.
Bahkan, posisi tiga besar yang diisi Agung Prio Apriliano (D-One Factory) hanya terpisahkan oleh margin waktu kurang dari satu detik.
Andy Prayoga mengakui, bertambahnya jumlah kompetitor di kelasnya membuat pertarungan di Semarang menjadi jauh lebih sulit dan tak bisa diprediksi.
“Persaingan di Semarang lebih ketat lantaran kelas Men Elite lebih banyak dari sebelumnya 7 sekarang 10 dan semuanya rata dari segi tenaga maupun skill. Jadi memang saya harus berusaha bermain clear, pintar ambil section, dan stop and go yang tepat,” ujar Andy Prayoga, yang juga dihantui kegagalan teknis pada seri sebelumnya.
Event Director 76 IDH Urban, Aditya Nugraha, menyambut baik antusiasme para atlet yang membanjiri seri kedua ini.
Baca Juga: Sinergi BRI Semarang Ahmad Yani dan RSIGM Sultan Agung Teken MOU Luxury Mobile Dental Care
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta ini menjadi bukti bahwa kompetisi downhill urban semakin diminati dan secara langsung meningkatkan kualitas balapan.
“76 IDH Urban kali ini kami sengaja mengadakan di kota Semarang untuk menarik minat lebih banyak downhiller berpartisipasi. Kami juga secara langsung menghadirkan hiburan di tengah masyarakat. Melihat raihan waktu pada seeding run hari ini, kami yakin pada final run esok (5/10) akan lebih seru dan menarik untuk disaksikan,” ungkap Aditya.
Pertarungan sengit tak hanya terjadi di kelas utama. Di kategori Men Junior, Dimas Aradhana (76 Rider Downhill Squad) harus berjuang keras untuk menjadi yang tercepat dengan waktu 1 menit 30,498 detik, unggul tipis dari rival-rivalnya.
Ia bertekad membalas kegagalannya di seri pertama untuk merebut takhta juara.
“Saya cukup puas dengan hasil hari ini karena bisa menjadi yang tercepat di sesi seeding run. Menghadapi final run besok, saya merasa masih bisa menambah kecepatan khususnya di section pedalling dan kembali menjadi yang tercepat untuk meraih gelar juara,” kata Dimas penuh optimisme.
Dengan total 12 kelas yang dilombakan, dari Men Elite hingga Men Master, trek urban Semarang yang menantang telah menjadi saksi bisu pertarungan 102 pembalap sepeda gunung terbaik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik
-
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain
-
Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak
-
14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas