- Kampung Mangut Semarang sejak 1992 jadi sentra ikan asap, kini produksi capai 200 kg per hari.
- Olahan ikan manyung, sembilan, hingga pari diasap pakai batok kelapa, hasilkan rasa khas gurih.
- Ikan asap dijual terjangkau, didistribusikan ke warung, rumah makan, hingga kota besar di luar Jateng.
SuaraJawaTengah.id - Semarang dikenal sebagai kota dengan ragam kuliner khas yang kuat, salah satunya adalah mangut, olahan ikan asap yang gurih pedas dan begitu lekat dengan lidah orang Jawa Tengah.
Ada satu tempat yang bahkan mendapat julukan Kampung Mangut, tepatnya di Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang. Dari sinilah ikan asap manyung, sembilan, hingga pari diproduksi dan menjadi ikon kuliner kota ini.
Sebagaimana dikutip dari YouTube Semarang Pemkot, berikut adalah tujuh fakta menarik seputar Kampung Mangut:
1. Sejarah Panjang Sejak 1992
Tradisi mengolah ikan asap di Kampung Mangut sudah berlangsung sejak tahun 1992. Awalnya hanya produksi kecil, sekitar 20 kilogram ikan, lalu berkembang hingga ratusan kilogram per hari. Menariknya, usaha ini berawal dari seorang ibu penjual ikan asap di Banjirkanal yang kemudian diteruskan oleh anaknya setelah mereka pindah ke Mangunharjo. Sejak itu, kawasan ini berkembang menjadi sentra produksi ikan asap yang terkenal.
2. Produksi Bisa Capai 200 Kilogram per Hari
Permintaan ikan asap di Semarang dan sekitarnya sangat tinggi. Dalam sehari, para pengasap ikan bisa mengolah hingga 200 kilogram ikan. Proses pengasapan biasanya memakan waktu sekitar dua jam.
Tak heran, pesanan datang bukan hanya dari Semarang, tetapi juga dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Kalimantan.
3. Beragam Jenis Ikan: Manyung hingga Pari
Baca Juga: BRI Dukung Penuh Industri Kayu, Tawarkan Kredit Investasi dan Qlola untuk Skalabilitas Bisnis
Jenis ikan yang diasap di Kampung Mangut cukup beragam. Mulai dari ikan sembilan (baik dari rawa maupun laut), ikan manyung, ikan pari, hingga ikan pelut. Masing-masing punya penggemar sendiri. Yang paling populer adalah kepala ikan manyung yang diolah menjadi mangut pedas khas Semarang. Rasanya gurih, dagingnya lembut, dan bumbunya meresap sempurna.
4. Pengasapan Pakai Batok Kelapa
Rahasia kelezatan ikan asap dari Kampung Mangut ada pada proses pengolahannya. Ikan diasap menggunakan tempurung kelapa (batok) yang dibakar perlahan. Cara ini membuat aroma asapnya lebih harum dan rasa ikan lebih sedap dibanding jika memakai kayu biasa. Para pengrajin kadang menambahkan “jangga” (kayu khusus) untuk menjaga kestabilan api. Proses ini memang melelahkan, tetapi hasilnya memuaskan.
5. Harga Terjangkau, Variasi Sesuai Jenis
Harga ikan asap di Kampung Mangut bervariasi. Untuk daging ikan sembilan laut, harganya sekitar Rp80 ribu per kilogram, sementara kepala ikan bisa lebih murah, antara Rp40–50 ribu tergantung jenisnya (rawa atau laut). Perbedaan harga ini membuat semua kalangan bisa menikmati, dari pedagang kecil di pasar hingga rumah makan besar.
6. Distribusi hingga ke Warung dan Rumah Makan
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Daya Saing, Tiga Tim Inovasi Semen Gresik Bertarung di APQO International Conference 2026
-
Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia
-
Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
-
Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut
-
Gebrakan Mbah Condro! Polresta Solo Ungkap Jaringan Eksploitasi Anak, 14 Tersangka Diciduk