- Pemkab Demak sukses optimalkan 5.000 hektare sawah untuk bisa panen padi hingga tiga kali setahun.
- Kunci keberhasilan program ini adalah normalisasi sungai yang menjamin pasokan air irigasi.
- Produktivitas tetap tinggi, mencapai 6-7 ton per hektare meski di musim tanam ketiga.
SuaraJawaTengah.id - Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berhasil membuat gebrakan signifikan di sektor pertanian dengan membuktikan bahwa panen padi tiga kali dalam setahun bukan lagi sekadar wacana.
Melalui optimalisasi lahan sawah seluas 5.000 hektare, para petani kini menikmati hasil panen di musim tanam (MT) ketiga, sebuah pencapaian yang sebelumnya sulit terwujud.
Kunci utama di balik kesuksesan ini ternyata terletak pada perbaikan infrastruktur pengairan yang masif.
Pemerintah daerah secara strategis menormalisasi aliran sungai yang tidak hanya berfungsi untuk mitigasi banjir, tetapi juga menjadi 'jantung' baru bagi pasokan air irigasi yang stabil ke lahan-lahan persawahan.
"Keberhasilan produksi di lahan 5.000 hektare di musim tanam ketiga ini dibuktikan dengan sawah petani padi di berbagai kecamatan sudah memasuki masa panen," kata Bupati Demak Eisti'anah dikutip dari ANTARA di Demak, Jumat (17/10/2025).
Langkah cerdas ini langsung berdampak pada capaian luas tanam yang melampaui target. Dari target awal seluas 51.000 hektare, realisasi hingga Oktober 2025 melejit hingga 69.360 hektare.
Angka ini merupakan akumulasi dari luas tanam pada MT pertama, kedua, dan ketiga yang berhasil dioptimalkan.
Bupati Eisti'anah menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.
Perbaikan infrastruktur menjadi fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Baca Juga: Geger Tarif Parkir Masjid Agung Demak Capai Rp65 Ribu, Warga Protes Keras!
"Selain bertujuan untuk mencegah banjir, juga untuk kelancaran pasokan air irigasi ke persawahan guna meningkatkan produktivitas tanaman padi," ujarnya.
Keberhasilan tanam tiga kali ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjadi pilar penting dalam upaya memperkuat ketersediaan bahan pangan, khususnya beras, di Kabupaten Demak yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Agus Herawan, menambahkan bahwa program ini merupakan pengalaman pertama bagi sebagian besar petani. Oleh karena itu, sosialisasi intensif dilakukan untuk memastikan para petani memahami teknis dan manajemen air. Hasilnya pun memuaskan.
"Hasil pantauan sementara ini, tanaman padinya bagus. Bahkan sudah ada yang mulai panen dengan hasil panen tidak berbeda jauh dengan MT sebelumnya," ujarnya.
Menariknya, produktivitas di MT ketiga ini tidak mengalami penurunan. Jika hasil panen MT 1 dan 2 berkisar 6-7 ton per hektare, angka serupa juga berhasil dicapai pada panen ketiga, yakni 6-7 ton per hektare gabah kering panen (GKP).
Hingga kini, total produksi padi di Demak telah mencapai 591.337 ton GKP dan akan terus bertambah seiring panen yang masih berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin