- Primbon Jawa meyakini hari lahir memengaruhi watak dan rezeki seseorang, termasuk pilihan usaha.
- Setiap hari memiliki unsur dan simbol unik yang cocok untuk jenis usaha tertentu, dari kuliner hingga otomotif.
- Meski tradisional, nilai Primbon ajarkan keseimbangan watak, alam, dan kerja keras sebagai kunci sukses.
SuaraJawaTengah.id - Dalam budaya Jawa, hari kelahiran dipercaya membawa pengaruh terhadap rezeki dan peruntungan seseorang, termasuk dalam urusan dagang.
Kitab Primbon Jawa menyebutkan bahwa setiap hari memiliki unsur dan watak tertentu yang bisa dijadikan pedoman dalam memilih jenis usaha. Sebagaimana dikutip dari YouTube Balekambang, berikut penjelasan mengenai usaha dagang yang cocok menurut hari lahir.
1. Minggu (Ahad) Cocok untuk Usaha Kuliner
Hari Minggu atau Akad berasal dari kata Ahad yang berarti hari pertama. Hari ini melambangkan awal penciptaan dunia dan disimbolkan dengan matahari sebagai sumber kehidupan. Orang yang lahir di hari Minggu memiliki watak cerah, energik, dan membawa kehangatan bagi sekitar.
Jenis usaha yang cocok untuk mereka adalah bidang makanan dan minuman. Membuka warung makan, menjual es, kue, roti, atau minuman segar dipercaya membawa keberuntungan. Seperti matahari, mereka cocok menjadi sumber energi bagi banyak orang lewat sajian kuliner.
2. Senin (Isnain) Cocok untuk Usaha Kebutuhan Pokok
Hari Senin berasal dari kata Isnain yang berarti hari kedua. Simbolnya adalah rembulan yang bercahaya lembut dan menenangkan. Orang yang lahir di hari ini biasanya sabar, telaten, dan mampu menjaga keseimbangan.
Usaha yang sesuai dengan karakter ini adalah perdagangan bahan kebutuhan pokok seperti sembako, sayur, air, daging, ikan, dan bumbu dapur. Mereka umumnya pandai menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan konsisten menjalankan bisnis.
3. Selasa (Salasa) Cocok untuk Usaha Perabot Rumah Tangga
Baca Juga: Menguak Kekuatan Gaib Weton Legi: Sang Peneduh Semesta, Doanya Getarkan Langit
Hari Selasa atau Salasa adalah hari ketiga dan disimbolkan dengan api yang berpijar. Watak api menggambarkan semangat tinggi, keberanian, dan keinginan kuat untuk berkembang.
Karena itu, orang yang lahir di hari Selasa cocok menekuni usaha kebutuhan rumah tangga seperti perabot, alat dapur, kursi, lemari, tas, dan dompet. Mereka memiliki dorongan kuat untuk berinovasi dan menciptakan produk yang bermanfaat bagi banyak orang.
4. Rabu (Arba’ah) Cocok untuk Usaha Peternakan
Hari Rabu merupakan hari keempat dan dilambangkan dengan bumi sebagai tempat kehidupan. Watak bumi identik dengan kesabaran, keteguhan, dan kemampuan merawat sesuatu hingga tumbuh.
Mereka yang lahir di hari Rabu sangat cocok menekuni usaha yang berhubungan dengan hewan ternak seperti ayam, bebek, kambing, sapi, ikan, atau burung. Dengan sifatnya yang tekun dan telaten, mereka mampu mengelola usaha berbasis alam dengan hasil yang stabil.
5. Kamis (Hamsah) Cocok untuk Usaha Buah-Buahan
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup