- BMKG peringatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Kota Semarang hari ini.
- Penyebabnya adalah daerah konvergensi yang memanjang di atas Laut Jawa Utara hingga Jawa Tengah.
- Warga pesisir Semarang diimbau waspada karena ancaman banjir rob yang bisa diperparah oleh hujan.
SuaraJawaTengah.id - Warga Kota Semarang dan sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada Rabu (29/10/2025).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara spesifik memasukkan Semarang ke dalam daftar kota besar yang berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Peringatan ini menjadi krusial karena kondisi cuaca tersebut dapat memicu berbagai dampak, mulai dari genangan air hingga gangguan aktivitas warga.
Suhu udara di Kota Lumpia diprakirakan berada di rentang 24 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara antara 65 hingga 95 persen, menciptakan kondisi yang ideal untuk pembentukan awan hujan pekat.
Pemicu utama dari potensi cuaca signifikan ini adalah adanya fenomena meteorologis di skala regional. Prakirawan BMKG, Wahyu Annisa, menjelaskan adanya daerah konvergensi yang menjadi biang keladi pembentukan awan hujan masif.
"Daerah konvergensi memanjang dari Teluk Thailand hingga pesisir selatan Vietnam, di Kalimantan Barat dan laut Sulawesi, perairan utara hingga timur Aceh, Riau hingga perairan Kepulauan Riau, Lampung hingga Sumatera Selatan, Laut Jawa Utara, Jawa Tengah hingga Selat Karimata," terang Wahyu dikutip dari situs resmi BMKG.
Ia menambahkan, "Kondisi tersebut, kata dia, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi."
Selain Semarang, beberapa kota besar lain seperti Bengkulu, Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta juga menghadapi potensi cuaca serupa. Sementara kota-kota lain seperti Medan, Denpasar, dan Makassar diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas yang lebih ringan.
Ancaman Banjir Rob di Pantura Jateng
Baca Juga: BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca, Langit Semarang-Grobogan Ditaburi 12 Ton Garam Cegah Hujan
Selain ancaman hujan lebat yang dapat menyebabkan genangan, BMKG juga mengeluarkan peringatan khusus yang patut menjadi perhatian serius warga Semarang, yakni potensi banjir rob.
"Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di pesisir Kepulauan Bangka Belitung, Utara Tangerang, Utara Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Maluku."
Peringatan ini sangat relevan bagi wilayah pesisir utara Semarang yang secara historis rentan terhadap luapan air pasang. Kombinasi antara curah hujan tinggi dan potensi pasang air laut dapat memperparah genangan di kawasan dataran rendah.
Kondisi perairan di sekitar Pulau Jawa juga menunjukkan peningkatan aktivitas gelombang. BMKG memprakirakan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa, Bali, dan NTB.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber terpercaya dan mempersiapkan langkah antisipasi yang diperlukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Tragedi Razia Sabung Ayam di Tegal: 7 Fakta Ditemukannya Korban Tenggelam di Sungai Ketiwon
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Operasi Fraktur Tangan Berjalan Lancar, Kushedya Hari Yudo Kini Fokus Pemulihan
-
Kejar Tayang Mudik Lebaran! Jalan Semarang-Godong Dikebut, Gubernur: H-7 Harus Beres!
-
7 Fakta Tragis Kebakaran di Semarang: Lansia 94 Tahun Tewas, Diduga karena Rokok