- Wacana gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 Soeharto kembali muncul dan dinyatakan lolos syarat.
- Mensos Saifullah Yusuf menyebut usulan berasal dari bawah dan menganggap pro kontra adalah hal wajar.
- Nama Soeharto kini ada di tangan Dewan Gelar pimpinan Fadli Zon, bersanding dengan 39 nama lain.
SuaraJawaTengah.id - Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk mantan Presiden Soeharto kembali memicu perdebatan publik. Isu yang kerap timbul tenggelam ini kembali mengemuka setelah Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa usulan tersebut kini sudah memenuhi syarat formal.
Gus Ipul menegaskan bahwa dorongan untuk menjadikan Soeharto pahlawan bukan datang dari pemerintah pusat, melainkan dari aspirasi daerah. Menurutnya, proses ini telah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
"Usulan gelar pahlawan disampaikan dari kabupaten/ kota, naik ke provinsi, sampai ke Kementerian Sosial," kata Mensos di Semarang, Kamis.
Ini bukan kali pertama nama penguasa Orde Baru itu diajukan. Gus Ipul mengungkapkan bahwa usulan serupa pernah datang dari Kabupaten Sragen pada tahun 2010, namun saat itu dinyatakan belum memenuhi syarat.
Kini, setelah melalui proses verifikasi, usulan tersebut dianggap layak untuk melaju ke tahap selanjutnya.
Soeharto menjadi satu dari 40 nama yang telah lolos seleksi administrasi di Kementerian Sosial. Seluruh nama tersebut, lanjut Gus Ipul, telah diserahkan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
"40 nama calon pahlawan nasional yang telah memenuhi syarat, kata dia, telah disampaikan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang diketuai oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon."
Menariknya, dalam daftar 40 nama tersebut, nama Soeharto bersanding dengan figur-figur yang memiliki sejarah berseberangan, bahkan menjadi korban di eranya.
Salah satu nama yang paling menonjol adalah Marsinah, aktivis buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, yang diculik dan dibunuh secara brutal pada masa Orde Baru.
Baca Juga: Gelar Pahlawan Soeharto: Jalan Terjal Uji Publik di Atas Warisan Orde Baru
Selain Marsinah, terdapat pula nama Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang merupakan tokoh sentral gerakan reformasi penumbang rezim Soeharto.
Menyadari potensi polemik yang akan timbul, Gus Ipul menganggap perbedaan pendapat di masyarakat adalah hal yang lumrah. Menurutnya, setiap tokoh memiliki sisi kelebihan dan kekurangan yang bisa menjadi bahan pertimbangan.
"Ia menilai adanya perbedaan pendapat tentang usulan pahlawan nasional dapat dimaklumi, dipahami, dan didengarkan sebagai pertimbangan."
"Ia juga menilai para calon Pahlawan Nasional yang memiliki kelebihan maupun kekurangan sebagai sesuatu yang wajar."
Selain nama-nama kontroversial tersebut, beberapa tokoh lain yang diusulkan antara lain mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf, Rais Aam PBNU KH Bisri Syansuri, sastrawan H.B Jassin, hingga Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja. Kini, keputusan akhir berada di tangan dewan yang dipimpin oleh Fadli Zon sebelum diajukan kepada Presiden untuk penetapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Stop Antre! BI Siapkan Rp26,3 T Uang Baru di Jateng, Wajib Pesan Online Dulu
-
Dompet Warga Jateng Menjerit! Tagihan Listrik dan Harga Beras Meroket, Inflasi Tembus 4,43 Persen
-
Tragedi Razia Sabung Ayam di Tegal: 7 Fakta Ditemukannya Korban Tenggelam di Sungai Ketiwon
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Operasi Fraktur Tangan Berjalan Lancar, Kushedya Hari Yudo Kini Fokus Pemulihan