- Pertamina menerobos banjir rob Semarang, menyalurkan 750 tabung LPG 3 kg ke tiga kelurahan terdampak.
- Operasi pasar ini memastikan ketersediaan energi bagi warga yang kesulitan akses akibat genangan air.
- Pertamina juga menyalurkan bantuan pangan dan Bright Gas, menunjukkan komitmen di masa sulit.
SuaraJawaTengah.id - Di tengah kepungan banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menunjukkan komitmennya dengan menggelar operasi pasar LPG 3 kg bersubsidi.
Aksi cepat tanggap ini menyasar langsung tiga kelurahan yang paling parah terdampak, yakni Tambakrejo, Sawah Besar, dan Sambirejo.
Sebanyak 750 tabung LPG 3 kg disalurkan sebagai pasokan darurat, memastikan dapur warga tetap mengepul di tengah kesulitan akses akibat genangan air.
Langkah ini bukan sekadar penyaluran biasa, melainkan sebuah upaya kolaboratif yang melibatkan Pertamina Patra Niaga, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Provinsi Jawa Tengah.
Sinergi ini bertujuan tunggal: menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga, terutama bagi mereka yang terisolasi oleh banjir.
Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, menegaskan bahwa operasi pasar ini adalah respons cepat untuk mengatasi kelangkaan LPG 3 kg yang mungkin terjadi.
"Operasi pasar ini merupakan langkah cepat bersama untuk memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat terdampak. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan LPG 3 kg dapat terpenuhi terutama bagi warga yang kesulitan mendapatkan pasokan karena genangan air," ujarnya.
Meskipun ketinggian air masih menjadi tantangan serius, Pertamina tak menyerah. Pengiriman pasokan LPG dilakukan menggunakan kendaraan double cabin yang dirancang khusus untuk menerjang banjir, menjangkau 45 pangkalan di wilayah terdampak.
Ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan, bahkan di kondisi paling sulit sekalipun.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan LPG Aman di Tengah Banjir Semarang-Demak
Sebelumnya, Pertamina juga telah mengambil langkah antisipatif dengan menambah suplai LPG hingga 10–15 persen di jalur-jalur padat lalu lintas yang terdampak banjir, seperti rute Semarang–Mranggen–Sayung–Demak.
Penambahan suplai ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan menjaga ketersediaan stok di tengah kondisi darurat.
Dampak positif dari operasi pasar ini langsung dirasakan oleh warga. Slamet, seorang penjual gorengan di Kelurahan Sawah Besar, mengungkapkan rasa syukurnya.
"Air masih tinggi di jalan, jadi tabung gas sulit masuk. Untung ada operasi pasar ini, sangat membantu kami pedagang kecil," katanya, menggambarkan betapa krusialnya bantuan ini bagi kelangsungan usaha mikro di tengah bencana.
Selain penyaluran LPG, Pertamina bersama Hiswana Migas juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bahan pangan dan 20 tabung Bright Gas 5,5 Kg.
Bantuan ini disalurkan melalui Dapur Darurat BPBD Kecamatan Gayamsari, menunjukkan kepedulian Pertamina yang melampaui sekadar penyediaan energi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Lampu Kuning Pajak Kudus: Target Rp335 Miliar, Tiga Bulan Pertama Masih 'Ngos-ngosan'
-
Pajak Kendaraan Tanpa KTP di Jateng Apakah Bisa? Begini Caranya
-
Duka Pernikahan di Demak, 7 Fakta Ibu Mempelai Wafat 2 Jam Menjelang Akad
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang