- Ledakan petasan ilegal di Wonosobo pada Kamis malam (18/2) menyebabkan seorang pemuda berinisial FR (18) mengalami luka parah.
- Penyebab ledakan diduga karena percikan api dari mesin gerinda saat merakit petasan di rumah warga inisial M.
- Kepolisian Kertek sedang menyelidiki sumber bahan petasan dan mengancam menindak tegas semua pihak yang terlibat.
SuaraJawaTengah.id - Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Dusun Pandansari, Kelurahan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Kamis malam (18/2/2026).
Insiden mengerikan ini terjadi saat proses pembuatan petasan ilegal, mengakibatkan seorang pemuda berinisial FR (18) mengalami luka bakar serius dan luka robek di berbagai bagian tubuhnya.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB ini sontak memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.
Kapolsek Kertek, AKP Sutono, menjelaskan kronologi kejadian yang berawal sekitar pukul 23.00 WIB.
"Korban FR bersama saksi berinisial AR membeli bubuk mercon di Dusun Siono, Desa Bojasari, Kecamatan Kertek," ungkap AKP Sutono di Wonosobo, Jumat (20/2/2026).
Setelah mendapatkan bahan berbahaya tersebut, keduanya langsung menuju rumah seorang warga berinisial M untuk merakit petasan.
Proses pembuatan dilakukan secara manual menggunakan gulungan kertas, namun yang mengejutkan, mereka juga menggunakan peralatan berbahaya seperti tabung (tank) dan mesin gerinda pemotong besi.
Diduga kuat, percikan api dari mesin gerinda yang tengah digunakan untuk memotong besi menjadi pemicu utama ledakan. Percikan api tersebut menyambar bubuk petasan yang sedang dirakit, menyebabkan ledakan hebat yang melukai FR.
Warga sekitar yang mendengar dentuman keras segera bergegas memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan FR menderita luka bakar dan luka robek parah pada kedua tangan, dada, wajah, serta paha.
Baca Juga: Ribuan Wisatawan Terpesona Festival Balon Udara Wonosobo 2024
AKP Sutono menegaskan bahwa pihaknya kini tengah melakukan pendalaman serius terkait insiden ini.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, terutama untuk mengetahui dari mana bahan petasan tersebut diperoleh," tegasnya.
Polisi tidak akan segan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat jika ditemukan adanya pelanggaran hukum.
"Jika ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku," imbuh Sutono, menggarisbawahi komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran dan pembuatan petasan ilegal.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya laten dari aktivitas pembuatan petasan. AKP Sutono mengimbau seluruh warga agar tidak pernah membeli, menyimpan, apalagi merakit bahan peledak secara ilegal.
"Hal tersebut dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, serta berkonsekuensi hukum yang serius," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik
-
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain
-
Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak
-
14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas