- Kebakaran di Jalan Dr Wahidin, Semarang, menewaskan lansia berusia 94 tahun bernama Remigius Wahyono.
- Api diduga berasal dari dalam kamar korban, bukan akibat korsleting listrik sebagaimana indikasi awal.
- Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan resmi, meskipun dugaan awal mengarah ke puntung rokok.
SuaraJawaTengah.id - Peristiwa kebakaran tragis yang menewaskan seorang lansia terjadi di Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.
Korban diketahui bernama Remigius Wahyono (94). Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun dugaan awal mengarah pada aktivitas merokok di dalam kamar.
Insiden ini menyita perhatian warga sekitar karena api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bangunan rumah. Berikut rangkuman fakta penting dari peristiwa memilukan tersebut.
1. Korban Lansia Berusia 94 Tahun
Korban kebakaran diketahui adalah Remigius Wahyono, seorang lansia berusia 94 tahun. Usia korban yang sudah sangat lanjut diduga membuatnya kesulitan menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelompok lansia termasuk yang paling rentan dalam situasi darurat seperti kebakaran rumah.
2. Api Pertama Kali Terlihat dari Kamar Korban
Menurut keterangan penghuni rumah sekaligus menantu korban, Rijono Subroto, sumber api pertama kali terlihat dari dalam kamar tempat korban berada.
Ia menuturkan bahwa dugaan tersebut masih bersifat praduga awal dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
Baca Juga: Cek Jadwal Azan Magrib di Semarang Hari Ini 26 Februari 2026, Lengkap dengan Bacaan Doa
“Praduga saya saja ya, soal kebenaran saya belum tahu, biar penyelidikan,” ujarnya.
Temuan awal ini menjadi petunjuk penting bagi aparat dalam menelusuri penyebab kebakaran.
3. Diduga Berasal dari Puntung Rokok
Rijono mengungkapkan bahwa mertuanya memang memiliki kebiasaan merokok pada pagi hari. Hal inilah yang membuatnya menduga kuat bahwa api kemungkinan berasal dari puntung rokok.
“Menurut saya, besar kemungkinan api dari rokok mertua saya. Mertua saya kalau pagi sering merokok,” katanya.
Meski demikian, dugaan ini masih menunggu konfirmasi resmi dari penyelidikan kepolisian.
4. Indikasi Kebakaran Bukan dari Korsleting
Ada beberapa alasan yang membuat keluarga menduga kebakaran bukan disebabkan korsleting listrik. Rijono menjelaskan bahwa api muncul dari dalam kamar, bukan dari area instalasi listrik.
Ia juga menyebut kondisi kasur sudah terbakar hebat saat api diketahui.
Beberapa indikasi yang disebutkan antara lain:
- Api berawal dari kamar korban
- Kasur sudah terbakar lebih dulu
- Dinding berbahan terpal ikut cepat terbakar
- Posisi korban sudah berada di lantai
Menurutnya, jika korsleting listrik, biasanya api muncul dari kabel atau sekering di bagian luar.
5. Material Mudah Terbakar Mempercepat Api
Kondisi kamar dan bangunan rumah diduga memperparah situasi. Material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dalam waktu singkat.
Kobaran api kemudian merembet dan melalap hampir seluruh bangunan, termasuk bagian warung yang berada di depan rumah.
Faktor ini sering menjadi penyebab kebakaran rumah cepat tak terkendali, terutama di permukiman padat.
6. Sembilan Unit Damkar Dikerahkan
Besarnya api membuat petugas harus mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran secara bergantian.
Proses pemadaman sempat membuat jalan di sekitar lokasi ramai dipadati warga yang menyaksikan kejadian.
Meski petugas berhasil menjinakkan api, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
7. Sempat Dikabarkan Masih Bernyawa
Saat proses evakuasi, korban sempat dilaporkan masih memiliki denyut nadi. Namun setelah mendapatkan penanganan, tim medis akhirnya menyatakan korban meninggal dunia.
Kabar ini menambah duka bagi keluarga dan warga sekitar yang menyaksikan peristiwa tersebut.
Penyelidikan Polisi Masih Berlangsung
Pelaksana Tugas Lurah Jatingaleh, Suprapto, memastikan bahwa aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Polisi masih melakukan penyelidikan,” ujarnya singkat.
Hingga hasil resmi keluar, dugaan puntung rokok masih bersifat sementara.
Pengingat Penting soal Bahaya Rokok di Dalam Rumah
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras tentang bahaya merokok di dalam ruangan, terutama di dekat material mudah terbakar seperti kasur, sofa, atau tirai.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
- Tidak merokok di tempat tidur
- Memastikan puntung rokok benar-benar padam
- Menjauhkan rokok dari bahan mudah terbakar
- Menyediakan alat pemadam api ringan di rumah
- Memberi pengawasan ekstra bagi lansia yang tinggal di rumah
Tragedi di Semarang ini menunjukkan bagaimana satu sumber api kecil dapat berujung fatal ketika bertemu kondisi yang rentan.
Pihak berwenang diharapkan segera mengungkap penyebab pasti kebakaran, sementara masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
Terkini
-
Sawah di Jateng Tak Boleh Menyusut, Ahmad Luthfi Kunci 87 Persen Lahan
-
Pecah Turis Borobudur, Pemprov Jateng Bentuk Sabuk Wisata 'Keburejo-Gelangmanggung'
-
Dari Kebocoran hingga Kapal Terbakar: Pertamina Simulasi Keadaan Darurat di Pesisir Semarang
-
Kudus Jadi Fokus! Kapolda Jateng Genjot Transformasi Pelayanan Publik hingga Pendidikan Anak
-
The King is Back! Hari Nur Yulianto Resmi Pulang untuk Selamatkan Marwah PSIS Semarang