- Pada 17 Maret 2026, 28.254 pemudik tiba di wilayah KAI Daop 4 Semarang, menandai awal arus mudik Lebaran.
- KAI Daop 4 mencatat 145.320 penumpang berangkat dan 166.132 tiba selama periode 11–17 Maret 2026.
- Kereta api tetap favorit karena dianggap moda transportasi aman, nyaman, dan bebas dari kemacetan perjalanan darat.
SuaraJawaTengah.id - Suasana di berbagai stasiun kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang mulai menunjukkan geliat yang luar biasa.
Sebanyak 28.254 pemudik tercatat telah tiba di kota lumpia ini pada Selasa, 17 Maret 2026, menandakan dimulainya gelombang besar arus mudik Lebaran 2026.
Angka ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat mulai bergerak lebih awal untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman, menghindari kepadatan yang diprediksi akan mencapai puncaknya beberapa hari mendatang.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa tren peningkatan jumlah penumpang ini sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir.
"Seiring semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri, jumlah penumpang yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang terus mengalami peningkatan," katanya dikutip dari ANTARA.
Luqman memperkirakan, lonjakan kedatangan pemudik akan terus berlanjut dan mencapai puncaknya menjelang Lebaran, mengingat kereta api masih menjadi pilihan favorit masyarakat.
Menurut Luqman, popularitas kereta api sebagai moda transportasi mudik bukan tanpa alasan.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa KA masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik karena dinilai aman, nyaman, serta bebas dari kemacetan," jelasnya.
Keunggulan ini menjadi daya tarik utama, terutama bagi pemudik yang ingin menghindari stres perjalanan darat yang seringkali terjebak macet parah.
Baca Juga: 5 Fakta Truk Alat Berat Tersangkut di Rel Semarang, 10 Kereta Api Terlambat hingga 3 Jam
Dari data yang dihimpun, beberapa stasiun di wilayah Daop 4 Semarang menjadi titik aktivitas penumpang yang sangat tinggi. Stasiun Semarang Tawang mencatat 7.168 penumpang naik dan 7.504 penumpang turun.
Sementara itu, Stasiun Semarang Poncol juga tak kalah ramai dengan 7.407 penumpang naik dan 3.879 penumpang turun. Stasiun lainnya seperti Tegal, Pekalongan, dan Cepu juga menunjukkan angka pergerakan penumpang yang signifikan, baik yang naik maupun turun.
Secara kumulatif, periode 11-17 Maret 2026 telah mencatat pergerakan yang masif. Sebanyak 145.320 penumpang telah berangkat dari wilayah Daop 4, sedangkan 166.132 penumpang tiba di berbagai stasiun.
Mayoritas penumpang yang berangkat dari Daop 4 memiliki tujuan ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Solo, dan Purwokerto. Kereta api favorit yang menjadi pilihan penumpang dari Daop 4 antara lain Ambarawa Ekspres, Joglosemarkerto, Tawangjaya, dan KA Argo Sindoro.
Menyikapi lonjakan ini, KAI Daop 4 Semarang memastikan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara optimal. Mulai dari kesiapan sarana, prasarana, hingga pelayanan kepada pelanggan, semuanya ditujukan untuk menjamin perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan aman, selamat, dan lancar.
"Kami juga mengimbau para pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta memastikan tiket dan identitas sesuai agar proses boarding dapat berjalan dengan tertib dan nyaman," pungkas Luqman Arif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
-
Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR