- Pemerintah membangun Jembatan Gantung Bolo Wetan di Boyolali melalui program Jembatan Garuda guna mengatasi isolasi warga Dukuh Bolo Tangkil.
- Jembatan sepanjang 100 meter ini dibangun sebagai solusi permanen menggantikan akses berbahaya melintasi Sungai Serang yang sering banjir.
- Infrastruktur ini diharapkan mempermudah mobilitas warga menuju pusat desa untuk bekerja, bersekolah, dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
SuaraJawaTengah.id - Puluhan tahun warga Dukuh Bolo Tangkil harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi Sungai Serang demi bersekolah, bekerja, dan berobat. Kini, jembatan gantung tengah dibangun untuk mengakhiri keterisolasian tersebut.
Pemerintah melalui program Jembatan Garuda terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah perdesaan dan terisolasi, salah satunya melalui pembangunan Jembatan Gantung Bolo Wetan di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.
Jembatan ini dibangun untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat Dukuh Bolo Tangkil yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses akibat terpisah oleh Sungai Serang yang berarus deras.
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bolo dari Koramil 17 Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Budi Purnomo, menjelaskan bahwa selama ini warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani, pekerja, hingga pelajar harus menempuh jalur memutar sejauh 8,5 kilometer untuk mengakses pusat desa yang berada di seberang sungai.
Bahkan, demi mempersingkat waktu tempuh, tidak jarang warga mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi Sungai Serang secara langsung.
Pada musim hujan, sungai dengan lebar lebih dari 85 meter tersebut sering mengalami banjir, sehingga aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar anak-anak, harus terhenti.
Pembangunan jembatan gantung sepanjang kurang lebih 100 meter ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk membuka akses antarwilayah.
Nantinya, jembatan tersebut akan menjadi penghubung utama menuju pusat desa, sehingga mempermudah mobilitas masyarakat dalam bersekolah, bekerja, maupun mengakses layanan kesehatan.
"Masyarakat bersyukur karena aktivitas anak sekolah dan petani itu bisa lancar, tidak perlu memutar jauh," kata Budi.
Baca Juga: Dari Kebun ke Dapur, Petani Sayur Boyolali Temukan Harapan Baru Lewat MBG
Budi juga menyampaikan apresiasi masyarakat atas terealisasinya pembangunan jembatan tersebut melalui program strategis Jembatan Garuda di bawah arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Saya mewakili warga Desa Bolo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Semoga jembatan ini bisa dimanfaatkan oleh warga dan semoga Bapak Presiden selalu diberi kesehatan,” katanya.
Kepala Dusun Pulo Wetan, Desa Bolo, Jawadi, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan jembatan ini sebenarnya sudah ada sejak 1992, namun tidak pernah terealisasi karena biaya pembangunan jembatan yang sangat besar dan tidak adanya akses untuk meminta bantuan pemerintah.
Masyarakat telah lama mengeluhkan sulitnya akses, terutama bagi anak-anak sekolah dasar yang harus melintasi sungai, bahkan kerap harus dibantu oleh orang tua mereka.
"Selain itu, banyak petani yang lahannya itu berada di seberang sungai. Jadi dengan jembatan ini, proses angkut hasil panen bisa jadi lebih mudah," kata Jawadi.
"Saya sebagai wakil dari masyarakat, berterima kasih sekali kepada Bapak Prabowo atas jembatan di Desa Bolo ini. Semoga nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat banyak," tutup Jawadi.
Berita Terkait
-
Dari Kebun ke Dapur, Petani Sayur Boyolali Temukan Harapan Baru Lewat MBG
-
Dari Sasak Rapuh ke Jembatan Kokoh Garuda, Akses Warga Pilangrejo Boyolali Kembali Lancar
-
7 Fakta Maling Gotong N-Max di Boyolali, Motor Dikunci Ganda Tetap Raib
-
Konektivitas Aceh Pulih, Kementerian PU Janjikan Jembatan Permanen
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin