Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 10 April 2026 | 12:44 WIB
Ilustrasi petani tersambar petir di Sawah. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Siti Amanah, seorang petani berusia 67 tahun, tewas tersambar petir di Desa Karangwader, Grobogan, pada 9 April 2026.
  • Korban tersambar petir saat sedang dalam perjalanan pulang dari sawah dalam kondisi cuaca gerimis pada sore hari.
  • Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera mencari tempat berlindung saat cuaca mendung guna menghindari risiko tersambar petir.

SuaraJawaTengah.id - Seorang petani perempuan berusia 67 tahun, Siti Amanah, menjadi korban tersambar petir saat sedang pulang dari sawah di Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan pada Kamis sore, 9 April 2026. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan mengundang perhatian luas di kalangan masyarakat setempat.

1. Peristiwa Tersambar Petir Saat Pulang dari Sawah

AKP Sutarjo, Kapolsek Penawangan, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi saat korban baru saja menyelesaikan pekerjaannya menanam padi di sawah. "Saat itu cuaca di lokasi kejadian sedang gerimis. Setelah menanam padi, korban bermaksud untuk berjalan pulang, namun tiba-tiba petir menyambar tubuh korban," ungkapnya.

Korban yang tengah dalam perjalanan pulang tidak menyadari bahwa bencana besar sedang mengintainya. Petir menyambar tubuhnya secara tiba-tiba, dan meskipun warga di sekitar lokasi segera bergegas memberikan pertolongan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia saat mereka mendekat.

2. Evakuasi Jenazah dan Pemeriksaan Medis

Setelah menerima laporan dari warga, Polsek Penawangan segera menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Grobogan serta petugas medis dari Puskesmas Penawangan II. Tim langsung melakukan olah TKP dan menemukan pohon pisang yang juga tampak hangus akibat tersambar petir.

"Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan luar," lanjut AKP Sutarjo. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka bakar di bagian pelipis kiri korban. Selain itu, dua gigi korban patah, yang diduga akibat benturan keras saat korban jatuh setelah tersambar petir.

3. Kondisi Cuaca Saat Kejadian

Peristiwa tragis ini terjadi saat cuaca di sekitar lokasi kejadian sedang gerimis. Menurut Kapolsek Sutarjo, meskipun hujan belum turun deras, angin dan kilat mulai muncul. Hal ini menambah risiko bagi petani yang bekerja di luar ruangan tanpa memperhatikan perubahan cuaca.

Baca Juga: Kejar Tayang Mudik Lebaran! Jalan Semarang-Godong Dikebut, Gubernur: H-7 Harus Beres!

"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para petani, untuk lebih waspada. Jika cuaca mulai mendung atau turun hujan disertai petir, segera berteduh dan jangan melanjutkan aktivitas di luar ruangan," tegas AKP Sutarjo.

4. Peringatan untuk Petani dan Masyarakat

Keputusan untuk tetap berada di luar ruangan, terutama di area terbuka seperti persawahan, saat cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda buruk, dapat berisiko besar. AKP Sutarjo meminta petani untuk tidak menunda-nunda keputusan untuk berlindung saat tanda-tanda cuaca buruk muncul. Meskipun korban dalam kasus ini tidak bisa menghindari bencana, hal ini tetap menjadi peringatan penting bagi warga lainnya.

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini, dan ini menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Masyarakat harus lebih peka terhadap tanda-tanda alam," tambahnya.

5. Sosok Korban yang Dikenal di Desa

Siti Amanah dikenal sebagai sosok yang rajin bekerja dan sangat peduli pada keluarganya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat. Di desa, ia dikenal sebagai seorang yang bekerja keras untuk membantu ekonomi keluarga dengan bertani. Masyarakat sekitar mengungkapkan bahwa ia adalah ibu yang penuh kasih sayang dan selalu bersemangat dalam menjalani hidup.

Load More