- Perbaikan jalan Semarang-Godong yang putus akibat tanggul jebol ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026.
- Gubernur Ahmad Luthfi meninjau perbaikan 60 meter badan jalan di Grobogan dan meminta penyelesaian segera.
- Metode perbaikan diubah dari jembatan darurat menjadi pengecoran beton bertulang untuk penanganan permanen.
SuaraJawaTengah.id - Proyek perbaikan ruas jalan vital Semarang-Godong yang lumpuh total kini memasuki fase krusial. Dikerjakan siang dan malam, progres perbaikan jalan yang terputus akibat tanggul Sungai Tuntang jebol ini ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026 tiba.
Guna memastikan target ambisius ini tercapai, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau lokasi di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Grobogan, pada Senin (2/3/2026). Ia memberikan instruksi tegas agar segala cara dilakukan demi membuka kembali jalur penting bagi para pemudik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penutupan tanggul yang jebol telah selesai dan kini dalam tahap pengeringan. Namun, pekerjaan utama pada badan jalan sepanjang 60 meter masih pada tahap perkerasan dasar beton. Proses ini sedikit terhambat oleh adanya rembesan air dari Sungai Tuntang yang tak kunjung berhenti.
Melihat kondisi tersebut, Luthfi meminta solusi cepat dan praktis kepada jajarannya. Baginya, fungsionalitas jalan untuk menampung lonjakan kendaraan saat mudik adalah prioritas utama.
"Ini selesai H-7 lebaran ya. Diakali, penting sudah keras dan bisa dilewati. Setelah sini selesai langsung geser ke jalan kabupaten yang jadi jalur alternatif," kata Luthfi saat memberikan arahan langsung kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah di lokasi.
Menanggapi instruksi tersebut, Kepala DPUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menegaskan komitmennya. Ia menyatakan bahwa saat ini progres pengerjaan secara keseluruhan telah mencapai angka 75 persen.
"Mudah-mudahan target kita dua minggu ini dapat terselesaikan. Jadi nanti sebelum lebaran sudah bisa kita buka lagi untuk aktivitas lalu lintas ataupun pergerakan dari Purwodadi sampai ke Semarang atau sebaliknya," ujar Henggar.
Menariknya, Henggar mengungkapkan adanya perubahan signifikan dalam metode perbaikan. Awalnya, pemerintah berencana memasang jembatan darurat jenis *armco* untuk penanganan cepat. Namun, setelah evaluasi teknis lebih mendalam, ditemukan masalah yang lebih serius.
"Total panjangnya ada 60 meter (badan jalan) yang kita nyatakan hilang. Armco tidak jadi dipasang, tapi dilakukan penanganan permanen dengan pengecoran beton bertulang," jelasnya. Keputusan ini diambil setelah tim di lapangan menemukan bahwa konstruksi badan jalan di sekitarnya juga sudah bergeser dan rawan, sehingga harus dihancurkan dan dibangun ulang dengan struktur permanen yang lebih kokoh.
Baca Juga: Grobogan Diterjang Banjir Bandang: 14 Desa Terendam, Tanggul Jebol, Ratusan Warga Terjebak!
Sebagai pengingat, ruas jalan Semarang-Godong di KM35 putus total setelah tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding jebol pada 16 Februari 2026 lalu, yang tidak hanya memutus akses tetapi juga menyebabkan banjir di wilayah sekitar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kudus Jadi Fokus! Kapolda Jateng Genjot Transformasi Pelayanan Publik hingga Pendidikan Anak
-
The King is Back! Hari Nur Yulianto Resmi Pulang untuk Selamatkan Marwah PSIS Semarang
-
Babak Baru APINDO Jateng: Kolaborasi Kuat untuk Ekosistem Ekonomi yang Sehat
-
Kabar Baik PPDB Jateng 2026: Kuota SMA/SMK Negeri Ditambah Jadi 231.724 Kursi
-
Apes Berlapis Mahesa Jenar: Sudah Jatuh ke Liga 2, PSIS Kini Dibanned FIFA!