- Ratusan pengelola media lokal Jawa Tengah mengadakan Jateng Media Summit 2026 di Semarang pada Kamis, 21 Mei 2026.
- Forum ini membahas strategi menghadapi disrupsi teknologi dan transformasi mesin pencari menjadi mesin penjawab berbasis kecerdasan buatan.
- Dewan Pers mendorong transparansi identitas bagi media digital dan mengimbau pelaku industri terus beradaptasi di tengah ketidakpastian.
SuaraJawaTengah.id - Ratusan pengelola media lokal dari berbagai penjuru Jawa Tengah berkumpul di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026), dalam perhelatan Jateng Media Summit 2026.
Mengusung tema besar "Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah", forum ini menjadi ajang konsolidasi krusial bagi industri pers daerah untuk merespons cepatnya perubahan lanskap digital dan tantangan disrupsi teknologi, khususnya kehadiran kecerdasan buatan (AI).
Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi, dalam paparannya menyoroti perubahan fundamental dalam cara distribusi informasi bekerja. Ia menekankan bahwa pemahaman mendalam mengenai internet dan AI mutlak diperlukan bagi pengelola media saat ini.
"Internet dan AI, kita tidak bisa melakukan sesuatu kalau tidak paham. Ini padahal jalur distribusi informasi," tegas Dahlan di hadapan para peserta.
Ia menjabarkan pergeseran radikal yang tengah terjadi. Mesin pencari (search engine) yang dulu bekerja berdasarkan kata kunci (keyword), kini bertransformasi menjadi mesin penjawab (answer engine).
"Search engine jadi answer engine, keyword jadi prompt, search jadi chat, link jadi sintetis, mencari jadi berpikir, human centric jadi machine centric, relevance jadi answer, Engagement jadi Authority," jelasnya, menggambarkan bagaimana interaksi pengguna dengan informasi telah berubah total.
Di tengah perubahan cepat ini, Dewan Pers juga memberikan perhatian khusus pada fenomena menjamurnya "homeless media" atau media berbasis platform digital tanpa kantor fisik.
Dahlan mendorong entitas media baru ini untuk transparan mengenai identitas mereka.
"Lalu bagaimana Dewan Pers? Kami sedang mengamati soal Homeless media, tunjukan siapa anda," ujarnya.
Baca Juga: Bimtek Jateng Media Summit: Pemda Didorong Pakai Data dan AI untuk Strategi Komunikasi Digital
Menutup paparannya, Dahlan mengakui kebingungan dan ketidakpastian yang melanda industri media saat ini, mengibaratkan situasi tersebut seperti berada di tengah samudra luas.
"Saya tahu temen-temen media yang hadir di sini, anda seperti di tengah samudera, bingung mau ke mana? Ada banyak pilihan, yang kemungkinan gagal, dan ada yang kemungkinan berhasil," katanya.
Namun, ia berpesan agar para pengelola media tidak menyerah. "Intinya adalah jangan berhenti, teruslah bergerak," pungkas Dahlan.
Jateng Media Summit 2026 ini didukung oleh Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Lembaga Penjamin Simpanan, Bank Negara Indonesia, Bank Indonesia, Telkom Indonesia-Elevating Your Future, Semen Gresik, Jateng Agro Berdikasi, PT Bhimasena Power Indonesia-PLTU Batang, PT Sukun, PT BPR BKK Jawa Tengah, Bank Jateng, Out of The Box, Gramedia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Luthfi Tantang Kepala Daerah Jaga APBD: Tak Boleh Ada Satu Rupiah Pun Salah Sasaran
-
Unsoed Buka Suara Usai Rektor Kena OTT KPK: Warek I dan Warek 4 Pegang Kendali Pimpinan
-
BRI Group Makin Diakui, Raih Enam Penghargaan Bergengsi Asia 2026
-
BRI Dukung Potensi Bank Emas Indonesia Lewat Ekosistem Emas Terintegrasi