- Pemprov Jawa Tengah meluncurkan sistem Padhang pada 1 Juni 2026 untuk mendeteksi dan memverifikasi hoaks secara real-time.
- Sistem ini mengintegrasikan 50 organisasi perangkat daerah serta 35 pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
- Inovasi Padhang bertujuan mencegah penipuan serta tindak kejahatan siber yang marak mencatut nama pejabat publik daerah.
SuaraJawaTengah.id - Ruang digital Jawa Tengah kini punya sistem pertahanan baru yang siap memecah kegelapan informasi bohong. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memperkuat taji digitalnya lewat inovasi Pantauan Data Hoaks Jawa Tengah (Padhang), sebuah ekosistem kolaboratif yang dirancang untuk mendeteksi, memverifikasi, dan melumpuhkan hoaks secara real-time.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Digital (Diskomdigi) Jateng, Lilik Henry Ristanto, menegaskan bahwa hadirnya Padhang menjadi lompatan besar Jateng menuju digitalisasi pemerintahan yang bersih dan tepercaya. Langkah ini mendesak dilakukan mengingat dampak fatal penyebaran informasi palsu.
"Sesuai namanya, Padhang (terang), kami ingin menghadirkan kanal informasi yang mencerahkan masyarakat. Melalui Padhang ini, akan dapat menyajikan berbagai informasi yang jernih dan terang benderang kepada masyarakat, setelah melalui berbagai tahapan verifikasi," kata Lilik dikutip dari ANTARA di Semarang, Senin (1/6/2026).
Koalisi Raksasa: 50 OPD dan 35 Kabupaten/Kota Dipasang Radar
Kekuatan utama Padhang terletak pada sistemnya yang masif dan terintegrasi. Padhang bukan sekadar situs web kliping berita klarifikasi biasa, melainkan sebuah mesin pelacak (tracing) yang bekerja di balik layar dengan melibatkan jaringan intelijen informasi yang luas.
Cara Kerja & Ekosistem Padhang:
- Pelacakan Otomatis: Melakukan tracing mendalam pada pemberitaan media massa dan media sosial.
- Sinergi Lintas Sektoral: Menghubungkan radar dari 50 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng serta 35 Dinas Kominfo kabupaten/kota se-Jateng.
- Validasi Ahli: Melibatkan akademisi dan komunitas antihoaks dalam proses kurasi data.
- Akses Publik Mudah: Warga bisa langsung mengecek keaslian informasi lewat situs `jatengprov.go.id/padhang` atau fitur di aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).
Lilik menjamin, meski proses verifikasi berlapis ini melibatkan banyak kepala, birokrasi penanganan dijamin tidak akan lelet. Kecepatan merespons aduan masyarakat tetap menjadi prioritas utama tim siber.
Target Utama: Membabat Modus Pejabat Palsu
Bukan tanpa alasan senjata ini dikerahkan. Data internal Padhang mencatat produksi hoaks yang menyerang Jateng fluktuatif namun tetap mengancam: terdapat 161 isu pada 2023, 51 isu pada 2024, dan melonjak lagi menjadi 82 isu pada 2025.
Baca Juga: Teka-teki Misteri Kematian Satu Keluarga di Tenda Kledung, Ventilasi Tertutup Rapat
Tren yang paling meresahkan dan mendominasi adalah penipuan menggunakan nomor WhatsApp/telepon palsu yang mencatut nama serta foto pejabat publik di Jawa Tengah untuk memeras warga.
Sistem ini terbukti sangat dibutuhkan masyarakat. Data trafik sepanjang Mei 2026 menunjukkan kanal Padhang telah diserbu dan diakses oleh pengguna internet sebanyak lebih dari 4.200 kali.
"Maka, sistem Padhang ini juga dapat menghindarkan masyarakat dari penipuan, hasutan, atau bahkan dalam kondisi tertentu verifikasi hoaks ini juga bisa menghindarkan suatu komunitas dari kerusuhan," pungkas Lilik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan