- Gubernur Ahmad Luthfi meresmikan 23 Semarang Shopping Center di Kota Semarang pada Sabtu, 13 Juni 2026.
- Realisasi investasi Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp23,02 triliun dengan menyerap 92 ribu tenaga kerja.
- Pemerintah memberikan kemudahan perizinan serta insentif pajak bagi investor yang menerapkan konsep energi terbarukan dan ramah lingkungan.
Sebagai pusat aktivitas ekonomi baru, mal tersebut melibatkan lebih dari 50 tenant UMKM dan merek lokal dari berbagai sektor usaha. Pengelola juga menyediakan area usaha permanen serta ruang pameran dan bazar untuk membantu pelaku usaha daerah memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Tak hanya fokus pada aktivitas ekonomi, kawasan 23 Semarang Shopping Center juga mengusung konsep pembangunan hijau melalui pemanfaatan panel surya berkapasitas hingga 1,86 MWp yang dipasang di area atap dan kanopi bangunan.
Sistem energi terbarukan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 2,6 juta kWh energi bersih pada tahun pertama operasional atau sekitar 23,5 persen kebutuhan energi kawasan.
Dalam momentum yang sama, BINUS Group juga melakukan groundbreaking pembangunan Hyatt Place Semarang, hotel berstandar internasional yang akan berdiri berdampingan dengan pusat perbelanjaan tersebut.
Kehadiran hotel itu diharapkan melengkapi pengembangan kawasan Marina sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi antara sektor perdagangan, gaya hidup, dan hospitality.
Direktur Utama PT Prakasita Agung Mandiri yang merupakan bagian dari BINUS Group, Lawrence Wibisono, mengatakan proyek tersebut tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga ditujukan untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat serta membangun identitas baru Kota Semarang.
"Kami percaya kehadiran proyek ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta menghadirkan identitas baru yang memperkaya karakter Kota Semarang ke depan," katanya.
Kehadiran 23 Semarang Shopping Center dan Hyatt Place Semarang diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan aktivitas perdagangan, pembukaan lapangan kerja baru, hingga mendorong investasi lanjutan di kawasan pesisir barat Kota Semarang yang berkembang menjadi pusat ekonomi baru.
Baca Juga: BBM Naik Tajam, Luthfi Siapkan Benteng Agar Harga Pangan Tak Ikut Meledak
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin