- Pertamina memastikan pasokan BBM di Jawa Tengah dan DIY aman dengan stok mencapai lebih dari sebelas kali kebutuhan harian.
- Taufiq Kurniawan menyatakan antrean pengisian Biosolar di sejumlah SPBU masih dalam batas normal dan kondisi tetap sangat kondusif.
- Pertamina memantau stok secara real-time dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan tepat sasaran.
SuaraJawaTengah.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meski antrean kendaraan sempat terlihat di sejumlah SPBU untuk pengisian Biosolar, perusahaan menegaskan pasokan masih aman dengan cadangan stok mencapai lebih dari 11 kali kebutuhan konsumsi harian.
Pertamina mencatat ketahanan stok BBM jenis gasoline di wilayah Jawa Tengah dan DIY mencapai 12,5 kali konsumsi harian normal, sedangkan stok gasoil berada pada level 14 kali konsumsi harian.
Untuk BBM bersubsidi, stok Pertalite tercatat setara 11,5 kali konsumsi harian, sementara Biosolar mencapai 13,5 kali konsumsi harian, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Meski di sejumlah SPBU masih terjadi antrean kendaraan pengisi Biosolar, Pertamina menegaskan kondisi tersebut masih dalam batas normal dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan tidak ada kelangkaan Biosolar di wilayah Jawa Tengah maupun DIY.
"Meski di beberapa titik terpantau adanya antrean kendaraan, situasi tersebut masih dalam kondisi kondusif dan terkendali serta tidak sampai meluas ke badan jalan," katanya, Rabu (8/7).
Untuk menjaga pasokan tetap stabil, Pertamina memantau stok setiap SPBU secara real-time melalui sistem digital. Apabila stok di suatu SPBU mulai menipis, pengiriman tambahan langsung dilakukan dari terminal BBM terdekat sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.
Selain menjaga distribusi, Pertamina juga menyiapkan petugas pengatur antrean (marshaling), menyediakan air minum bagi konsumen, serta menghadirkan berbagai layanan melalui aplikasi MyPertamina.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi diminta melaporkannya melalui Pertamina Call Center 135 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Gandeng Ribuan Mahasiswa untuk Perkuat Program Kecamatan Berdaya
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Empat Tahun Berturut-turut, BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance
-
Semarang Heritage Night Run 2026, Strategi Hidupkan Wisata dan Ekonomi Kota Lama
-
Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya
-
Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!
-
Rumah Lebih Layak, Sanitasi Lebih Baik: Nelayan Roban Timur Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah