Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB
Cluster Beverly Hills Semarang.
Baca 10 detik
  • PT Graha Perdana Indah meluncurkan Cluster Beverly Hills di kawasan Candigolf, Semarang, dengan konsep hunian bergaya American Classic.
  • Cluster tersebut menyediakan rumah premium berbasis teknologi smarthome bagi kalangan pengusaha, profesional, serta keluarga muda di Semarang.
  • Pengembangan hunian ini bertujuan menjawab kebutuhan masyarakat akan properti berkualitas dengan fasilitas pendukung gaya hidup dan investasi.

Tipe Franklin

Tipe Franklin dengan luas bangunan 145m2 dan luas tanah 98m2, Sebagai salah satu tipe unggulan di Cluster Beverly Hills, Tipe Franklin mengusung desain American Classic yang elegan dengan fasad ikonik, tata ruang yang lapang, dan interior modern. Rumah dua lantai ini memiliki empat kamar tidur, tiga kamar mandi, area keluarga yang luas, serta carport untuk dua kendaraan dengan material premium menjadi bagian dari spesifikasi yang memberikan kenyamanan sekaligus nilai investasi jangka panjang.

Tipe Rodeo

Tipe Rodeo dengan luas bangunan 112m2 dan luas tanah 84m2, dirancang untuk keluarga yang menginginkan hunian eksklusif dengan desain American Classic yang lebih compact namun tetap mewah.

Tipe Rodeo terdiri dari dua lantai, yang memiliki tiga kamar tidur serta tiga kamar mandi, dan carport untuk dua kendaraan. Tata ruang dibuat efisien dengan pencahayaan alami yang maksimal sehingga memberikan kenyamanan dalam setiap aktivitas penghuni.

Grand Launching Show Unit Cluster Beverly Hills sebagai bagian dari Grand Launching, Cluster Beverly Hills mempersembahkan koleksi hunian eksklusif bergaya American Classic dengan kisaran harga Rp2–3 miliar.

Inilah kesempatan untuk menjadi bagian dari komunitas premium di Candigolf dan menikmati kualitas hidup yang elegan dalam lingkungan yang prestisius. Hal ini menjadi langkah nyata Candigolf dalam menghadirkan standar baru hunian mewah di Semarang, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan kawasan residensial yang bernilai tinggi bagi generasi masa kini maupun masa depan.

Deny menjelaskan tantangan umum properti tidak hanya berasal dari persaingan antar-developer, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi makro dan mikro.

Menghadapi tantangan dari kondisi ekonomi makro yang mempengaruhi daya beli masyarakat, seperti perubahan suku bunga KPR, inflasi, serta kebijakan pemerintah di sektor properti.

Baca Juga: HUT ke-70 Danamon, Nikmati Promo Hemat hingga 70% di Merchant Pilihan Semarang

Dia menyebut kenaikan suku bunga dapat membuat calon pembeli menunda keputusan pembelian, sebab cicilan jadi lebih tinggi. Sementara inflasi meningkatkan biaya pembangunan, sehingga developer harus menjaga keseimbangan antara harga jual dan kualitas produk yang ditawarkan.

“Di sisi lain, perubahan kebijakan terkait intensif maupun pembiayaan properti juga dapat memengaruhi minat pasar dan srategi penjualan,” jelasnya.

Sementara dari sisi ekonomi mikro, persaingan segmen hunian premium makin ketat, sebab banyak developer menawarkan konsep dan fasilitas serupa. Konsumen juga makin selektif dengan mempertimbangkan lokasi, kualitas kawasan, fasilitas, reputasi developer hingga potensi investasi jangka panjang sebelum memutuskan membeli.

“Kondisi ini menuntut Beverly Hills memiliki diferensiasi yang kuat dan mampu mengkomunikasikan nilai lebih yang dimiliki, sehingga tidak hanya bersaing dari sisi harga, tetapi juga kualitas hidup dan nilai investasi yang ditawarkan,” tandas Deny Yudanto.

Load More