- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah menyatakan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang pada 11-20 September 2026 harus menjadi penggerak ekonomi.
- Ajang nasional yang dihadiri 37 provinsi tersebut berpotensi mendongkrak sektor UMKM, pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner halal, dan fesyen muslim.
- Penyelenggaraan ini juga diharapkan memperkuat syiar Islam, membumikan Al-Qur'an, serta mengenalkan keramahan masyarakat dan keindahan Kota Semarang.
SuaraJawaTengah.id - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah harus dimaksimalkan sebagai ajang untuk memperkenalkan wajah Jawa Tengah kepada para tamu dari 37 provinsi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, ajang ini harus diproyeksikan bukan sekadar ajang perlombaan tilawah al-Qur’an.
“Lebih dari itu harus menjadikan momentum nasional ini sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penguat syiar Islam di daerah,” ungkapnya.
Kakung, sapaan akrab Sarif menyebut, MTQ ini jangan hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Harus ada dampak nyata, baik untuk syiar Islam maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pelaksanaan MTQ Nasional berpotensi besar menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, hingga ekonomi kreatif di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang sebagai tuan rumah utama,” tegas Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah ini.
MTQ Nasional ini, lanjut Kakung, diharapkan tidak hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan dampak sosial, budaya, dan ekonomi yang luas.
“Ajang ini juga bisa sebagai wadah promosi produk lokal, kuliner halal, hingga fesyen muslim. Sehingga ajang MTQ ini betul-betul menjadi kebanggaan bersama masyarakat Jawa Tengah,” beber Kakung.
Menurut Kakung, kehadiran kafilah, official, dan ribuan pengunjung dari berbagai daerah akan mendongkrak sektor perhotelan, transportasi, serta pariwisata.
“Karena itu, mari kita sambut para qari, qariah, dan kafilah dari seluruh Nusantara dengan hangat,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan
MTQ Nasional XXXI akan digelar di Kota Semarang pada 11-20 September 2026. Kakung berharap, penyelenggaraan MTQ tahun ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi.
“Tentu kita berharap para kafilah tidak hanya pulang membawa pengalaman mengikuti MTQ, tetapi juga membawa cerita tentang keramahan masyarakat dan keindahan Kota Semarang sehingga suatu saat mereka kembali berkunjung bersama keluarga,” terangnya.
Kakung pun berharap momen ini menjadi wujud nyata dalam membumikan al-Quran dan menyebarkan nilai-nilai kedamaian, serta keharmonisan.
“Ini menjadi sangat penting, untuk bagaimana mewujudkan Indonesia Emas yang berkeadaban,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah
-
Pesan Tegas Sudaryono ke Kader Gerindra Semarang: Jangan Cuma Duduk di Kantor, Turun ke Rakyat!
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP
-
Gubernur Luthfi Minta Mahasiswa Jangan Cuma Demo: Kritik Harus Berbasis Data!