- Program Benteng Pangan Jawa Tengah memasang pompa air tenaga surya di tiga kabupaten sejak 10 Agustus 2026.
- Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan penggunaan pompa tenaga surya berhasil menghemat energi, bebas polusi, serta beroperasi penuh sepanjang hari.
- Penerapan teknologi ramah lingkungan ini sukses mengurangi konsumsi bahan bakar solar dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian warga.
SuaraJawaTengah.id - Petani di Jawa Tengah mulai memanfaatkan pompa air tenaga surya (PATS) untuk memangkas biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Pemanfaatan energi baru terbarukan dan internet of things (IoT) untuk pompa air tersebut dilakukan melalui program Benteng Pangan Jawa Tengah.
Saat ini sudah ada tiga titik yang menerima bantuan dan terpasang PATS, yakni di Desa Tengengwetan, Siwalan, Kabupaten Pekalongan, kemudian di Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Cilacap.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berkesempatan untuk melihat langsung penerapan PATS di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin, 10 Agustus 2026.
Luthfi menjelaskan, pompanisasi menggunakan tenaga surya tersebut dinilai sangat efektif. Pertama, bisa menghemat energi karena mengganti pompa diesel berbahan bakar fosil dengan tenaga surya. Kedua, tidak ada polusi. Ketiga, pompa air dapat menyala 24 jam.
"Tiga titik pompa ini total mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian, untuk yang di Pekalongan ini bisa mengairi hampir 20 hektare lahan," jelasnya usai penyerahan secara simbolis dan meninjau bantuan PATS.
Tiga titik penerapan PATS akan dijadikan sebagai role di seluruh kabupaten/kota di Jateng, bahkan jika memungkinkan akan menjadi percontohan nasional.
"Ini akan kita kembangkan, nanti akan kita sosialisasikan, lalu infrastrukturnya kita disiapkan. Pompa tenaga surya ini juga sudah digunakan di Sayung Demak untuk mengatasi banjir," ucap Luthfi.
Selain untuk sektor pertanian, lanjut dia, pompa model tersebut bisa diterapkan di sektor-sektor lain. Hal ini untuk mengukuhkan Jateng yang mulai transformasi energi baru terbarukan dan mengembangkan green economy (ekonomi hijau).
Perwakilan Gapoktan Desa Tengengwetan, Kirom, mengatakan bantuan PATS tersebut telah mengurangi pengeluaran petani untuk membeli solar. Saat menggunakan mesin pompa diesel, untuk satu hari satu malam setidaknya menghabiskan kurang lebih 30 liter solar. Begitu ada PATS, kebutuhan solar untuk pompa air berkurang menjadi 15 liter.
Baca Juga: Jateng Kejar Tuntas Sensus Ekonomi 2026, Wagub Minta Pendataan Dipercepat dalam Tiga Pekan
Ia menjelaskan, ada sekitar 30 petani padi yang memanfaatkan bantuan PATS tersebut. Air diambil dari sungai di sekitar desa untuk dialirkan ke sawah seluas hampir 20 hektare.
"Pompa dengan BBM solar hanya untuk malam saja, siangnya memakai tenaga Surya. Jadi lebih irit untuk pengeluaran, kami bisa menekan ongkos produksi," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan Gapoktan Tani Makmur Desa Banjaranyar, Kabupaten Brebes, Gilang. PATS tersebut sangat bermanfaat bagi petani di wilayahnya karena menghemat bahan bakar.
"Kondisi pengairan kita mengandalkan irigasi dari selatan. Kalau musim kemarau kita dilanda air rob yang masuk irigasi. Adanya pompa tenaga surya ini kita pakai sumur bor, akhirnya air tidak asin dan bisa menanam lagi. Petani kita bisa lebih maju masa tanam, bisa kita rekayasa sendiri musim tanamnya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup
-
Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG