- Petani Desa Tombo mengikuti pelatihan budidaya kopi Arabika pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Pondok Sidawung.
- Sebanyak 5.400 bibit kopi Arabika disalurkan kepada 13 petani untuk ditanam di lahan milik warga setempat.
- Program kolaboratif ini bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga fungsi lingkungan di Desa Tombo secara berkelanjutan.
Yang menarik, pengembangan tersebut tidak dilakukan dengan membuka kawasan hutan baru. Seluruh lokasi penanaman berada di lahan milik petani dan tidak berada di kawasan hutan. Dengan demikian, pengembangan kopi dilakukan tanpa pembukaan atau perambahan hutan.
Sebaliknya, tanaman kopi yang dikembangkan termasuk dalam kelompok MPTS (Multi-Purpose Tree Species), yaitu tanaman yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui hasil produksinya, tetapi juga memiliki fungsi ekologis. Keberadaan tanaman tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi tanah, mengurangi risiko erosi, serta mendukung fungsi lingkungan di sekitarnya.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan kopi di Tombo diarahkan untuk mempertemukan dua kepentingan yang sama-sama penting bagi masyarakat yaitu meningkatkan nilai ekonomi lahan sekaligus menjaganya agar tetap berfungsi secara ekologis.
Proses tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Pemerintah Desa Tombo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), CDK Wilayah IV, dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).
Bagi BPI, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit. Pengetahuan dan kemampuan petani perlu diperkuat agar masyarakat mampu mengelola potensi tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.
General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, mengatakan penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program.
“Dukungan terhadap masyarakat tidak hanya berupa penyediaan bibit, tetapi juga bagaimana pengetahuan dan kemampuan petani dapat terus berkembang. Melalui kegiatan ini, kami berharap petani memiliki bekal yang cukup untuk mengembangkan kopi Arabika sekaligus mengelola lahan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut Bimtek, para petani juga akan mendapatkan pendampingan untuk memastikan proses penanaman dan pemeliharaan bibit dilakukan sesuai dengan teknik dan pengetahuan yang telah diberikan selama pelatihan.
Dengan demikian, proses pengembangan tidak berhenti ketika kegiatan pelatihan selesai. Pengetahuan akan diteruskan ke kebun, bibit akan ditanam dan dirawat, sementara proses pendampingan diharapkan dapat membantu petani menghadapi tantangan selama tanaman tumbuh.
Baca Juga: Studi 12 Tahun Ungkap PLTU Batang Jadi Habitat 465 Spesies, BPI Luncurkan Buku Biodiversitas
Perjalanan untuk mengembalikan kejayaan kopi Tombo tentu tidak berlangsung dalam semalam.
Dibutuhkan waktu bagi bibit untuk tumbuh, bagi petani untuk merawatnya, dan bagi hasilnya untuk memberikan manfaat ekonomi.
Namun, langkah kecil tersebut membawa sebuah harapan besar: bahwa kopi yang dahulu menjadi kekuatan Tombo dapat kembali mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
Bukan dengan mengulang masa lalu, tetapi dengan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
Karena bagi masyarakat Tombo, “emas” kopi bukan hanya tentang buah yang dipanen. Ia adalah tentang nilai ekonomi yang tumbuh di tangan petani, pengetahuan yang diwariskan kepada generasi berikutnya, dan lahan yang tetap terjaga untuk kehidupan di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!
-
Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik