- Anak pengemudi ojek online bernama Rafa Fidianto mendapatkan sekolah gratis pada 13 Juli 2026 melalui Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng di SMA Laboratorium UPGRIS Semarang.
- Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemprov Jawa Tengah menyalurkan Program Sekolah Kemitraan ke 139 sekolah swasta untuk menampung ribuan siswa dari keluarga kurang mampu.
- Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan penerapan sistem penerimaan murid baru yang transparan tanpa praktik titipan guna menjamin akses pendidikan yang adil bagi seluruh warga.
Pemprov Jateng juga membuka ruang khusus bagi anak-anak yang memiliki bakat dan prestasi olahraga melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga atau SMANKO Jawa Tengah.
Sekolah berasrama di Kawasan Olahraga Jatidiri, Kota Semarang, itu memungkinkan para atlet muda tetap mengikuti pendidikan formal tanpa meninggalkan latihan dan kompetisi.
Pada tahun ajaran 2025/2026, SMANKO menampung 252 murid, terdiri atas 108 siswa kelas X dan 144 siswa kelas XI. Sebanyak 21 cabang olahraga menjadi fokus pembinaan, di antaranya atletik, angkat besi, panjat tebing, dan wushu. Pada Popnas 2025, siswa SMANKO turut menyumbangkan enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu untuk Jawa Tengah.
Penerimaan atlet pelajar kembali dibuka untuk tahun ajaran 2026/2027. Siswa yang lolos memperoleh fasilitas berupa asrama, konsumsi, pembebasan biaya pendidikan dan latihan, perlengkapan atlet, uang saku bulanan, program uji tanding dan kejuaraan, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Ezar, atlet taekwondo asal Cilacap yang menjadi bagian dari SMANKO, menilai sekolah tersebut memperlihatkan dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet muda.
“Terima kasih Bapak Gubernur Jawa Tengah, dengan kesempatan yang telah diberikan kepada saya, untuk meraih prestasi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan, pemerataan akses dan pendampingan terhadap siswa berprestasi harus berjalan beriringan.
“Kami ingin memastikan akses pendidikan merata, sekaligus memberi ruang bagi bakat dan prestasi generasi muda Jawa Tengah untuk tumbuh,” ujarnya.
Jangkauan layanan pendidikan juga diperluas melalui Program Beasiswa Sister Province. Pemprov Jateng memfasilitasi siswa dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan di Korea Selatan. Program tersebut dirancang sebagai pendidikan berbasis kompetensi kerja agar lulusannya mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Baca Juga: Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat
Animo terhadap program itu juga tinggi. Sebanyak 1.825 orang mendaftar, kemudian mengerucut menjadi 100 peserta dan kembali diseleksi menjadi 62 orang. Mereka menjalani pelatihan dan ujian kemampuan bahasa Korea sebagai salah satu tahapan penentuan keberangkatan. Kebutuhan utama, mulai dari pelatihan, tes, pendidikan, visa, hingga proses keberangkatan, difasilitasi melalui dukungan pemerintah dan mitra program.
Data Dinas Pendidikan Jawa Tengah per 22 Juli 2026, sebanyak 59 peserta telah memasuki proses pembuatan visa sebelum keberangkatan ke Korea Selatan. Perkembangan itu menunjukkan program beasiswa telah bergerak dari proses seleksi menuju tahap pemberangkatan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, Beasiswa Sister Province bukan semata-mata program pengiriman pelajar ke luar negeri. Program tersebut ditempatkan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.
“Ini salah satu dari program kita untuk masalah penuntasan kemiskinan,” kata Sumarno.
Dari ruang kelas sekolah swasta, asrama atlet di Jatidiri, pesantren, hingga kampus-kampus di dalam dan luar negeri, layanan pendidikan Jawa Tengah menjangkau kebutuhan dan potensi yang berbeda. Kesempatan belajar tidak semestinya ditentukan oleh kemampuan ekonomi, keterbatasan daya tampung sekolah negeri, maupun kedekatan dengan pihak tertentu.
Memasuki usia ke-81, Jawa Tengah meneguhkan pendidikan sebagai investasi masa depan yang harus dapat diakses secara adil. Sebab, setiap anak yang tetap bersekolah, setiap atlet yang terus berprestasi, dan setiap pelajar yang berani menembus batas negara membawa harapan yang sama: memperbaiki kehidupan keluarga dan ikut membangun masa depan Jawa Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis
-
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing
-
Lindungi Petani demi Kepastian Harga, Wakil Ketua DPRD Jateng: Jangan Biarkan Merugi!
-
Gempa Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak
-
BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang, Tawarkan Promo Pembiayaan Kendaraan dan Mobil Listrik