- Gubernur Ahmad Luthfi memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Semarang pada 17 Agustus 2026.
- Ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,80 persen pada semester I-2026 dengan tingkat kemiskinan yang turun menjadi 9,21 persen.
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sektor kesehatan dan pendidikan untuk memastikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.
SuaraJawaTengah.id - Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jawa Tengah tak hanya menjadi momentum perayaan. Di balik merah putih yang berkibar di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, muncul satu pesan penting: kemerdekaan harus bisa dirasakan rakyat dalam bentuk kehidupan yang lebih sejahtera.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari seremoni maupun angka pertumbuhan ekonomi. Pada akhirnya, pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari akses kesehatan dan pendidikan hingga kesempatan kerja dan penguatan ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan Luthfi setelah memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Senin (17/8/2026).
"Kita harus mampu berbuat hal yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat," kata Luthfi didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah sejumlah indikator ekonomi Jawa Tengah yang menunjukkan kinerja positif. Pada semester I-2026, ekonomi Jateng tumbuh 5,80 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen.
Realisasi investasi juga telah mencapai Rp59,94 triliun dan menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja.
Dampaknya mulai terlihat pada sejumlah indikator sosial. Tingkat kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 tercatat 4,24 persen, turun dari 4,33 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, bagi Luthfi, capaian tersebut bukan tujuan akhir.
Pertumbuhan ekonomi harus berujung pada kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat
Karena itu, pemerintah provinsi terus mendorong pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan diarahkan sebagai instrumen untuk mengurangi kemiskinan dan memperluas kesejahteraan.
"Kita harus punya suatu semangat kolaborasi dengan dasar semangat kemerdekaan. Seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah perlu bersatu bahu-membahu, sehingga masyarakat bisa sejahtera," ujarnya.
Dari Angka Ekonomi ke Kehidupan Sehari-hari
Luthfi mencontohkan sektor kesehatan yang terus diperkuat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan dokter spesialis keliling (Speling). Menurutnya, capaian kedua program tersebut di Jawa Tengah termasuk yang tertinggi secara nasional dan terus diperluas hingga menjangkau desa-desa.
Di bidang pendidikan, Pemprov Jateng setiap tahun menyediakan kuota sekolah gratis bagi 5.004 anak dari keluarga miskin dan kurang mampu melalui program sekolah kemitraan di sekolah swasta.
Sementara di sektor perumahan, ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diperbaiki setiap tahun di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya
-
Bau Busuk di Gedung Kosong Kendal, Pria Terborgol Ditemukan Tewas
-
BRI Junio Hadir dengan Sentuhan Mobile Legends, Ada Kartu Koleksi hingga Cashback
-
Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat
-
Teriakan dari Sumur Bikin Geger, Warga Solo Dievakuasi Tim SAR, Begini Kondisinya