Ronald Seger Prabowo
Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB
Polda Jateng menyiapkan tim pendamping psikologis untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). [Dok Polda Jateng]
Baca 10 detik
  • Polda Jateng menyiapkan tiga personel psikologi untuk memberikan pendampingan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.
  • Pemberangkatan tim pendamping psikologis kemanusiaan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2026.
  • Tim psikologi bertugas memberikan dukungan mental humanis agar masyarakat NTT mampu melewati masa sulit setelah bencana.

SuaraJawaTengah.id - Polda Jateng menyiapkan tim pendamping psikologis untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemberangkatan tim tersebut menjadi bagian dari bantuan kemanusiaan Polda Jateng setelah sebelumnya mengirimkan kebutuhan pokok ke wilayah terdampak.

Tim dijadwalkan diberangkatkan pada Selasa (18/8/2026). Sebelumnya, Polda Jateng telah mengirimkan 10 truk dan satu mobil boks berisi bantuan logistik pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan.

Kesiapan pemberangkatan tim diawali dengan arahan Karo SDM Polda Jateng Kombes Pol Noviana Tursanurohmat di Kantor Bagpsi Ro SDM Polda Jateng pada pukul 07.00 WIB.

Selanjutnya, Kabag Psikologi Ro SDM Polda Jateng AKBP Ahli Rumekso memberikan pembekalan kepada personel sebelum menjalankan tugas di lokasi bencana.

Tim tersebut terdiri atas tiga personel bidang psikologi, yakni Ipda Putri Agustina, Briptu Narulita DH, dan Briptu Bagoes Hendra K. Mereka disiapkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Karo SDM Polda Jateng Kombes Pol Noviana Tursanurohmat mengatakan bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian materiil, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi psikologis masyarakat terdampak.

"Ketika terjadi bencana, yang terdampak bukan hanya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat. Kehadiran tim psikologi ini diharapkan dapat memberikan dukungan dan pendampingan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi situasi sulit," ujar Noviana.

Menurutnya, tim akan menjalankan tugas dengan pendekatan humanis dan menyesuaikan bentuk pendampingan dengan kondisi masyarakat di lokasi bencana.

Baca Juga: Gempa Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak

"Tim akan melihat kondisi di lapangan dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan. Prinsipnya kami ingin hadir, mendengarkan, memberikan dukungan dan membantu masyarakat melewati masa sulit setelah bencana," imbuhnya.

Bantuan Tak Hanya Berupa Logistik

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pengiriman tim pendamping psikologis merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk memberikan bantuan secara menyeluruh kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Menurutnya, bantuan kemanusiaan tidak hanya berupa kebutuhan pokok dan logistik, tetapi juga dukungan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak psikologis setelah bencana.

“Selain mengakibatkan kerugian fisik dan materiil, bencana juga meninggalkan dampak psikologis yang tidak selalu terlihat dari luar. Karena itu, selain mengirimkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Polda Jateng juga menghadirkan personel yang memiliki kompetensi untuk memberikan dukungan psikologis,” kata Yuliyanto.

Ia menambahkan, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat terdampak menjadi bagian dari semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit.

Load More