Polda Jateng menyiapkan tim pendamping psikologis untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). [Dok Polda Jateng]
Baca 10 detik
- Polda Jateng menyiapkan tiga personel psikologi untuk memberikan pendampingan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.
- Pemberangkatan tim pendamping psikologis kemanusiaan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2026.
- Tim psikologi bertugas memberikan dukungan mental humanis agar masyarakat NTT mampu melewati masa sulit setelah bencana.
“Semoga kehadiran tim dapat memberikan kekuatan dan semangat bagi masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa sulit. Kami ingin mereka tahu bahwa di tengah musibah yang sedang dihadapi, mereka tidak sendirian. Ada kepedulian dan dukungan dari keluarga besar Polri untuk membantu masyarakat bangkit dan melewati masa sulit ini,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Jateng Masuki Usia ke-81, Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah Tekankan Kunci Utama Kemajuan Daerah
-
Pendaki Asal Brebes Dilaporkan Jatuh ke Kawah Gunung Slamet saat Swafoto
-
Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing
-
Pesta Rakyat Saloka Rayakan HUT ke-81 RI Bersama Warga dan Pengunjung
-
Soal Motor Listrik Nasional, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai Jadi Biang Kemacetan Baru